Connect with us

SKI News

Dinkes Ponorogo: Masyarakat Ponorogo Tak Perlu Khawatir atas Penarikan Produk Ranitidin

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini,

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO, Seperti dilansir dari Website resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) www.pom.go.id, pada tanggal 11 Oktober 2019 lalu, BPOM melakukan penarikan produk Ranitidin (obat tukak lambung dan obat tukak usus) yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) .

Untuk hal tersebut, Rahayu Kusdarini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, pihaknya menegaskan kepada masyarakat tidak perlu khawatir atas hal tersebut.

“Karena masyarakat yang memiliki penyakit tukak lambung dan tukak usus bisa langsung konsultasi ke dokter masing-masing,” ujar Rahayu kepada jurnalis Suara Kumandang, Kamis (17/10/2019).

Masih kata Rahayu, Ranitidin yang terkontaminasi NDMA memang sangat berbahaya untuk dikonsumsi. “NDMA, mengandung zat menumbuhkan sel kanker”

Ia pun menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan apoteker yang ada di Ponorogo untuk tidak mengeluarkan lagi Ranitidin kepada masyarakat. “Kita sudah koordinasi dengan para apoteker, untuk tidak keluarkan Ranitidin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahayu yang akrab dipanggil Irin tersebut menjelaskan berdasarkan web BPOM bawasannya yang diperintahkan untuk menarik adalah produsen. “Jadi di web BPOM, bukan kita ya, tapi pihak produsennya,” lanjut Irien.

Apotik Rawat Inap RSUD Harjono

Sementara itu Septi Intan Triayu, Kepala Instalasi Farmasi RSUD Harjono mengatakan, pihak produsen sudah melakukan penarikan Ranitidin.

“Sudah dipastikan, Ranitidin yang disebutkan di halaman web BPOM, sudah tidak ada lagi, di RSUD Harjono,” Kata Intan.

Intan menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir apabila ada yang alami sakit tukak lambung dan usus, bisa tetap berobat di RSUD Harjono.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, Karena dipastikan obat-obat Ranitidin yang terdaftar, di BPOM untuk dilakukan penarikan, sudah tidak ada lagi di RSUD Harjono,” Pungkasnya.

Jurnalis: Yoga Kariem (Magang).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.