SKI News
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri, MUI Ngawi Berpegang SE Bupati

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Masih banyaknya kalangan yang mempertanyakan pelaksanaan Sholat Idul Fitri semasa pembatasan jarak akibat pandemi corona sekarang ini, MUI Ngawi tetap mengambil dasar dari Edaran Bupati tetang panduan ramadhan dan Idul Fitri.
Berangkat dari surat edaran Kemenag no 6 tahun 2020 tentang anjuran shalat tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah dengan keluarga inti di rumah, pemkab ngawi meresponya dengan Surat Edaran Bupati Ngawi no 451/042/404.013/2020 tentang panduan kegiatan ramadhan dan idul fitri di tengah pandemi covid 19.
“Disitu ( SE ) disebutkan bahwa untuk pengaturan ibadah berjamaah oleh umat Islam seperti sholat jumat, taraweh dan sholat idul fitri perlu dilakukan, apalagi mengingat jumlah PDP dan pasien positif di Ngawi semakin bertambah,” kata Ahmad Kholil Thohir, Ketua MUI Ngawi.
“Hal ini merupakan keputusan bersama Kemenag dengan MUI Ngawi, dengan mengatur wilayah dalam 3 kategori, pertama wilayah dengan pasien positif akan dilakukan penutupan masjid dan warga ibadah di rumah, kedua, untuk wilayah terdapat pasien PDP, maka yang bersangkutan yang dilarang untuk sholat dimasjid, dan terakhir, wilayah dengan ODP, diperbolehkan melakukan ibadah berjamaah, tetapi dengan syarat tetap mentaati protokol pencegahan covid 19, seperti bermasker dan pengaturan jarak sholat berjamaah,” terang Kholil.
Lain itu menurut Kholil, jika pengaturan jarak minimal 1 meter antar jamah mengakibatkan masjid yang ada penuh oleh jamaah, maka satu desa bisa mengadakan dua tempat untuk sholat idul fitri.
Sedangkan masjid dan mushola di pinggir jalan raya, yang berpotensi menjadi tempat persinggahan orang dari luar daerah, mengacu pada SE ini harus di tutup.
Jurnalis: Ahmad Hakimi
