SKI News
Pasca Dewi Astutik Diciduk BNN–Interpol, Suami Shock: “Pamitnya TKW di Taiwan, Kok Tertangkap di Kamboja?”

Ketua RT setempat Purnomo saat di wawancara sejumlah jurnalis di rumahnya.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Kabar penangkapan Dewi Astutik alias Pariyatin, perempuan yang selama ini dikenal warga sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW), sontak membuat kampung Balong mendadak riuh.
Perempuan pamit bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu justru diciduk BNN–Interpol di Kamboja atas dugaan keterlibatan jaringan narkoba internasional.
Yang paling terpukul? Suaminya sendiri, Sarno, langsung limbung setelah video penangkapan istrinya beredar luas.
“Pamitnya kerja TKW di Taiwan, kok ternyata di Kamboja?”
Sarno menegaskan bahwa selama ini ia percaya penuh pada istrinya mengaku hendak kembali bekerja sebagai TKW di Taiwan, di rumah majikan lama.
“Saya pasrah sama hukum saja. Keluarga shock. Pamitnya itu mau balik kerja sebagai TKW di Taiwan. Tapi kok nyampai di Kamboja, saya nggak tahu sama sekali,” ungkap Sarno.
Sarno juga mengaku sempat mencegah kepergian istrinya, namun Dewi tetap bersikukuh berangkat sebagai TKW.
Ketua RT: Dari TKW Pendiam ke Dugaan Gembong Narkoba
Ketua RT Purnomo tidak kalah kaget.
“Wong tahunya ya TKW di Taiwan. Nggak ada tanda-tanda. Tiba-tiba kok diberitakan ditangkap BNN dengan barang bukti banyak,” ujarnya.
Menurutnya, sejak video penangkapan viral, keluarga sempat drop tapi kini mulai terkondisikan.
Kapolsek: Suami Tahunya TKW, Bukan Sindikat
Kapolsek Balong IPTU Triyono membenarkan Dewi adalah warga Balong yang terdata sebagai TKW.
“Lingkungan kondusif. Bahkan suaminya sendiri tahunya hanya TKW, tidak tahu sama sekali soal narkoba,” tegasnya.
Polisi tetap melakukan pengamanan di sekitar rumah.
Berangkat sebagai TKW, Pulang sebagai Tersangka Internasional
Dewi diketahui memiliki dua anak dan berangkat sebagai TKW dengan menggunakan identitas adiknya.
Riwayatnya selama ini pun selalu dikaitkan dengan pekerjaan TKW pertama ke Taiwan, lalu kembali mengurus berkas sebagai TKW di 2024.
Namun perjalanan diklaim sebagai rutinitas TKW itu justru berujung pada penangkapan besar oleh BNN-interpol-BAIS di Kamboja
