Connect with us

SKI News

Melalui SK, Bupati Magetan Nyatakan 90 Hari Siaga Darurat Bencana

Published

on

Pendirian Pos Bantuan Bencana BPBD di lapangan Kecamatan Poncol, Magetan.

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Untuk kesiapan menghadapi musim penghujan pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur melakukan berbagai upaya.

Melihat Kondisi bencana di wilayah kabupaten Magetan yang berstatus siaga darurat, Bupati Magetan Suprawoto membuat surat keputusan (SK) nomor 188/244/Kept,/403.013/2018 tentang status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Kabupaten Magetan.

Status siaga darurat bencana ditetapkan selama 90 hari, sejak 30 November hingga 27 Februari 2019.

Ari budi santosa Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengatakan dalam surat keputusan tersebut mempertimbangkan iklim di kabupaten Magetan pada November 2018 – Januari 2019 mulai memasuki musim hujan dengan potensi hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

“Langkah awal menanggapi status siaga darurat bencana, kami lakukan dengan mendirikan pos bantuan bencana di lapangan Kecamatan Poncol, Magetan,”ujar Ari Budi.

Dijelaskan pula, pihak BPBD juga meyediakan sebuah tenda pengungsian berukuran besar dilengkapi peralatan monitoring bencana berupa handy talkie, radio komunikasi, kendaraan pick-up, motor trail, gergaji mesin, pacul, tandu, dan perlengkapan kebencanaan lain.

“Kami memilih Kecamatan Poncol untuk pos bantuan bencana, karena kawasan Poncol dikenal paling rawan bencana longsor, banjir, dan angin kencang,”katanya.

Ari Budi saat didampingi Ferry Yoga Saputra Kedaruratan dan Logistik BPBD menjelaskan bahwa Kawasan rawan longsor berada di Kecamatan Poncol, Parang, dan Plaosan. “Yang paling rawan adalah di Poncol. Karena itu pos bantuan bencana dipilih di tengah-tengah, yaitu di Poncol,” ungkap terang Ari Budi kepada wartawan. Sabtu (8/12/2018).

“Dari 18 kecamatan di Magetan  yang rawan bencana ada 16 kecamatan. Tingkat kerawanan bencana yang paling menonjol untuk tanah longsor di kecamatan Poncol, disusul Plaosan, Sidorejo, Panekan, Parang, Ngariboyo, dan Magetan Kota, yang intensitasnya sangat rendah,”paparnya.

Sedangkan bencana banjir  di Magetan yaitu di wilayah  kecamatan Lembeyan dan kecamatan Kartoharjo, akibat luapan sungai Madiun. Pihak BPBD tetap melakukan pemantuan ,”Rencana tahun depan 2019 pemerintah kabupaten Magetan akan memasang sebuah alat pemantau banjir guna mengetahui sebelum banjir terjadi,”kata Ferry Yoga Saputra.

“Kalau di wilayah kabupaten Magetan bebas dari angin puting beliung. Yang ada adalah angin kencang dengan kecepatan di atas 50 km/jam,” pungkasnya. Cahyo.  

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.