SKI News
Lomba 17-an Berhadiah Sayur, Emak-emak Protes Tak Kunjung Menang

Emak-emak adu fokus dan ketangkasan saat mengikuti lomba memasukkan paku ke dalam botol memakai stik pancing dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jalan Sekar Harum, Lingkungan Mayak, Ponorogo, Senin (17/8/2026) malam. Seru, tegang, sesekali bikin protes.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO , Lomba 17-an biasanya identik dengan keseruan anak-anak. Namun, warga Jalan Sekar Harum, Lingkungan Mayak, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, punya cara berbeda merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Puluhan emak-emak ikut turun gelanggang dalam aneka lomba, Senin (17/8/2026) malam. Bukan cuma adu cepat dan ketangkasan, suasana lomba sempat diwarnai aksi protes peserta lantaran tak kunjung meraih kemenangan.
Tiga jenis lomba menjadi pilihan, yakni memasukkan paku ke botol memakai stik pancing, makan kerupuk memakai stik pancing, serta memasukkan benang ke lubang jarum.
Keseruan makin pecah saat seorang peserta memprotes panitia dan peserta lain. Peserta tersebut mengaku sudah beberapa kali mengikuti lomba, tetapi belum berhasil menjadi pemenang.
Meski sempat terjadi protes, suasana tetap berlangsung meriah. Panitia memberi kesempatan peserta mengikuti lomba kembali sehingga kegembiraan warga tetap terjaga.
Uniknya, hadiah lomba bukan uang atau barang mahal. Para pemenang mendapat sayur-mayur dan tahu hasil belanja dari kios serta petani sekitar.
Iin dan Yasmin, peserta lomba, mengaku senang mendapat hadiah berupa sayuran dan tahu.
“Senang sekali. Hadiahnya bisa langsung dimasak untuk keluarga di rumah,” ujar mereka.
Panitia sengaja memilih sayur-mayur sebagai hadiah karena lebih bermanfaat bagi warga sekaligus membantu pelaku UMKM serta petani sekitar lokasi.
Fitriani Nur Laila dan Rahma Ardiani, panitia lomba, mengatakan hadiah tidak hanya diberikan kepada pemenang.
“Bagi peserta tidak juara tetap mendapat hadiah berupa tahu dan tempe. Jadi semuanya dapat,” kata panitia.
Konsep tersebut membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih dekat dengan kehidupan warga. Hadiah sederhana tetap memberi manfaat, sementara kegiatan menjadi ruang berkumpul sekaligus mempererat silaturahmi.
Panitia berharap lomba 17-an tidak sekadar menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga mampu mempererat hubungan antarwarga serta ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.*..
Jurnalis: Priyam.
