SKI News
Haul Syuhada Soco Bendo, Sekda Magetan: Jangan Lupakan Sejarah, Jaga Keutuhan NKRI

Sekda Magetan Welly Kristanto (pakaian putih) memberikan sambutan pada acara Haul Syuhada Korban Kekerasan PKI 1948 di Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Rabu malam (30/9/2026).
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Haul syuhada korban kekerasan PKI 1948 digelar di Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Rabu malam (30/9/2026). Kegiatan berlangsung sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.
Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu.
Haul menjadi momentum untuk mendoakan para syuhada korban kekerasan PKI 1948 di Soco sekaligus menguatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.
“Bukan hanya mengenang, tetapi juga mendoakan para syuhada. Dari sejarah ini kita mendapat pelajaran penting untuk memperkuat keutuhan negara,” ujar Welly.
Menurut Welly, peristiwa Soco memberikan pelajaran tentang dampak perpecahan serta pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman terhadap persatuan bangsa.
Kegiatan haul dihadiri tokoh ulama, tokoh agama, unsur umara, serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mayor Infanteri Waluyo Utomo memaparkan sejarah peristiwa PKI 1948 di Soco, Kecamatan Bendo.
Ia menjelaskan rangkaian sejarah mulai dari awal kejadian hingga berakhirnya peristiwa tersebut.
Paparan sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan haul. Generasi penerus diajak memahami sejarah agar dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa masa lalu.
Sebanyak 67 nama korban tercatat pada Monumen Soco Magetan. Selain nama tersebut, terdapat keterangan korban tidak dikenal hingga nomor 108.
Berikut nama korban tercatat:
Soehoed
R Moerti
M NG Soedibjo
R Soekarno
R Soebianto
Soebirin
Imam Hadi (Dandim Magetan)
R Joedo Koesoemo
Soemarmo
Soetjipto
Iskak
Soelaeman
Hadi Soewirjo
Soedjak
Soetedjo
Soemadi
Imam Soedjono
Tamoedji
Soerat Atin
Hardjo Soediro
Maharjono
Soerjawan
Ofmar Danoes
Soehari
Moch Samsoeri
Soejono
Karyadi
Soedradjat
Bambang Joewono
Soepaijo
Marsaid
Soebargi Haroen Ismanoe
Soejadijo
Ridwan
Marto Ngoetomo
Hadji Afandi
Hadji Rasul
Hadji Doellah
Amat Is
Hadji Soewignjo
Sakidi
Ny Sakidi
Sarman
Somokidjan
Irawan
Soemarno
Marni
Kaslan
Soetokarijo
Kasan Redjo
oeparno
Soekar
Samidi
Soebandi
Rodat Notoamidjojo
Soetoen
Pangat B
Soeparman
Soetojo
Sariman
Moesman
Soekiman
Pangat/Hardjo
Sarkoen A
Sarkoen B
Kasan Diwirjo
Moeanan
Nomor 68 hingga 108 tercatat sebagai korban tidak dikenal.
Haul di Monumen Soco menjadi momentum untuk mengenang, mendoakan para syuhada, sekaligus mengambil pelajaran sejarah. Persatuan, kewaspadaan, serta semangat menjaga keutuhan NKRI menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.*
Jurnalis: Tim Redaksi.
