Korban Keracunan Massal Bertambah Terus, Polisi Meminta Keterangan Juru Masak

Salah satu pasien keracunan massal yang sedang dirawat inap puskesmas jenangan ponorogo

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Jumlah pasien keracunan massal akibat keracunan makanan hajatan di desa Plalangan, kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terus bertambah.

Hingga Minggu, (23/06/2019) jumlah korban keracunan massal mencapai 39 pasien, 18 diantaranya masih menjalani rawat inap. Dan mereka kebanyakan masih  mengeluhkan mual , muntah secara terus menerus.

Karena didapati korban keracunan massal semakin bertambah terus akhirnya petugas Polsek Jenangan bersama Dinas Kesehatan Ponorogo, Jawa Timur  langsung melakukan olah kejadian perkara (TKP) untuk mencari sejumlah bahan makanan yang mengakibatkan 39 warga keracunan.

AKP Haryo Kusbintoro Kapolsek Jenangan mengatakan pihaknya bersama dinas kesehatan Ponorogo sengaja melakukan upaya ini untuk mencari tahu penyebab pasti  keracunan massal yang mengakibatkan 39 warga keracunan.

“Yang kami lakukan adalah selain meminta keterangan dari pemilik rumah yang juga menjadi juru masak makanan hajatan pihak kami juga mengambil sejumlah sempel bumbu masak yang kami duga digunakan untuk membuat gulai Ayam,”ujar Haryo.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan massal pihak kepolisian bersama petugas dinas kesehatan Ponorogo melakukan pengambilan sempel.

“Kita ambil sempel-sempelnya, khususnya apa yang dimuntahkan korban kita ambil termasuk juga air. Ini indikasinya hampir sama dengan daerah lain, dimana dapur dekat dengan kandang kambing atau kandang sapi sehingga juga bisa dimungkinkan pemicu terjadinya kejadian ini,”terang Haryo.

Sementara Rusmini tak lain adalah pemasak makanan hajatan mengaku saat memasak gulai ayam memakai bumbu lama.”Yang mau dimasak itu ayam diungkep. Mau dibuat bumbu gulai ayam sama kering tempe dan mie,”kata Rusmini kepada jurnalis Suara kumandang.

Saat ditanya kecurigaan dari bumbu tersebut , Rusmini mengaku jika bumbu gulai yang dipakai itu sudah lama (kadaluarsa,red).”Kemungkinan bumbu gulai itu sudah lama. Maksudnya  itu ya dibumbu ungkep aja, ‘maksud saya itu’,  tapi sama adik dikasih bumbu sisa itu,”kata Rusmini.

“Cuman pakai bumbu instan itu saja, tidak memakai bumbu instan lainnya,”jelas Rumsini.

Seperti pantuan jurnalis suara kumandang hingga Minggu,(23/06/2019) jumlah pasien rawat Inap di pukesmas Jenangan bertambah dua orang. Dari semula 16 pasien, kini menjadi 18 pasien. total keseluruhan korban rawat inap maupun rawat jalan mencapai 39 orang.

Diberitakan sebelumnya puluhan warga desa Plalangan, kecamatan Jenangan sejak Jumat,(21/06/2019) berbondong-bondong ke puskesmas Jenangan akibat mengalami keracunan massal. Diduga warga keracunan usai mengkonsumsi nasi hajatan di rumah Tumirah warga setempat.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.