SKI News
Ketua DPRD Magetan Melayat Ke Warga Ringin Agung Korban Hanyut Terbawa Banjir

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Ketua DPRD Kabupaten Magetan joko Suyonodidampingi istrinya melayat ke rumah duka
Arega Rafasta Difa (11) Desa Ringinagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Joko Suyono datang bersama romobongan menghadiri takziah di rumah korban.
“Kami atas nama pribadi maupun lembaga DPRD Kabupaten Magetan turun belasungkawa kepada keluarga korban.”katanya.
Joko Suyono serta rombongan selain melayat ke rumah duka juga menyempatkan diri datang langsung ke posko
pencarian korban hanyut guna memberikan support kepada tim BPPD, TNI & Polri serta relawan
yang tergabung pencarian korban hanyut.”Kami mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang terus berupaya untuk mencari korban yang belum ketemu,”ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, dua bocah yakni Arega Rafasta Difa (11) dan Fabustam Abu Amar (16) dikabarkan hanyut terbawa arus sungai
yang berlokasi di jalan Karya Dharma, Desa Ringinagung.
Dari hasil pencarian oleh tim gabungan, baru satu korban bernama Arega Rafasta Difa (11) ditemukan,
sementara hingga hari ini minggu,(19/11/2017) korban hanyut bernama Fabustam Abu Amar (16) belum ditemukan.
Sebelum ajal menjemput, kedua korban sedang asyik bermain digenangan air disekitar kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan,
dan sesekali korban nampak membantu menyeberangkan pengendara sepeda motor yang saat itu jalan
dipenuhi derasnya air luapan dari sawah.”Tepat sekitar pukul 15.40 WIB kedua korban terseret air dan masuk gorong-gorong
,”jelas Ferry Yoga Saputra Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan.
Joko Suyono mengaku saking seringnya melihat secara langsung disetiap musibah di Magetan, BPBD all out bersama TNI, Polri dan
Sukarelawan, DPRD kedepan akan mendukung penambahan alokasi dana tanggap bencana.
“Ini sangat perlu ada alokasi khusus untuk BPPD yang memang secara langsung dan selalu terjun disetiap kejadian musibah maupun bencana alam,
apalagi didukung geografi Magetan banyak pengunungan,”kata Joko Suyono.
Masih kata Joko, sudah banyak warga Magetan yang menjadi korban bencana alam, sebelum dua bocah yang hanyut terbawa banjir,
tahun lalu juga ada dua bocah dimasing-masing lokasi yakni di Plaosan dan Sumursongo yang diduga hanyut terbawa banjir hingga kini belum ditemukan.
Joko Suyono berharap korban hanyut terbawa banjir segera diketemukan.
”Kami juga berharap kepada masyarakat lebih berhati-hati menghadapi musim hujan, mohon doanya kepada masyarakat semoga korban
bernama Fabustam Abu Amar segera ditemukan dalam keadaan apapun,”pungkasnya. Cahyo.
