Connect with us

SKI Feature

Kesan Mbah Juno di Acara Kanoman Gumregah 2020

Published

on

Mbah Juno (kiri) bersama Suprawoto Bupati Magetan dan Hergunadi (kanan) saat menyaksikan acara Kanoman Gumregah dihalaman DPUPR Magetan.

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Satu bulan sudah berlalu, namun acara Kanoman Gumregah yang digelar di halaman Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR)  Kabupaten Magetan, Jawa Timur terbilang spektakuler ini tak bisa hilang dari ingatan seorang pria gondrong yang akrab dipanggil Mbah Juno  . Menurutnya acara bernuansa seni budaya ini mempunyai kesan tersendiri yang tidak pernah terlupakan.

Berikut ceritanya :

Sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (31/12/2019) lalu, halaman DPUPR mulai didatangi pengunjung.  Tak tanggung-tanggung,  selain dari masyarakat Magetan sendiri, mereka datang dari berbagai daerah mulai dari Kabupaten Tuban, Boyolali, Bojonegoro dan Solo, bahkan ada juga yang datang dari Cirebon Jawa Barat.

Usai adzan Ashar berkumandang di langit Magetan suasana halaman DPUPR semakin meriah. Tarian dadak reyog diiringi gamelan yang membuat denyut detak jantung ikut merasakan hadirnya seni khas Ponorogo ini, membuat ratusan pengunjung  semakin antosias untuk menyaksikan dari dekat.

Tak hanya menyaksikan, dengan android merekapun menyempatkan untuk mengambil momen yang belum pernah ada sebelumnya.

Malam semakin larut,  aneka ragam tarian mulai dipentaskan. Sedikitnya ada 300 penari yang tergabung dari berbagai daerah di pulau jawa.

Mbah Juno  mengatakan untuk menyambut tahun baru 2020 lalu, pihak panitia mendatangkan berbagai  tarian,  masing-masing, penari Ganongan berjumlah 30 orang, Jathilan 60 orang, dan Dadak Reyog berjumlah 10. Total keseluruhan ada 307 orang , ”Acara dibuka langsung oleh Bupati Magetan,”kata Jono.

Tujuan mereka (pengunjung –red) hanya satu yaitu ingin menyaksikan acara yang belum pernah ada di kabupaten Magetan,  acara Kanoman Gumregah dalam rangka menyambut tahun baru 2020.

“Awal acara Kanoman Gumregah itu muncul ide dari teman-teman seniman muda  Magetan, saat itu mereka berharap pada acara menyongsong Tahun baru 2020 ada suatu tempat yang  bisa untuk berekspresi,”ujar Mbah Jono kepada jurnalis suara kumandang.

Dari hasil rembukan tersebut Gpatik, Mbah Jono dan teman-teman lainnya  akhirnya mencari tempat  . ”Ada suatu lokasi yang memungkinkan yaitu di halaman kantor dinas pekerja umum, alasan disitu karena alun-alun nggak bisa dipakai dengan kapasitas besar dan stadion masih dalam kondisi perbaikan,”kata Mbah Jono.

Setelah melalui proses untuk acara Kanoman Gumregah akhirnya pihak DPUPR Kabupaten Magetan memperbolehkan halamannya untuk dipakai gelaran .

Mbah Jono menceritakan acara Kanoman Gumregah yang diadakan di halaman DPU  telah menghadirkan 300 seniman dari sekarisidenan Madiun.”Sebenarnya tidak hanya sekarisidenan Madiun, ada juga yang datang dari Tuban, Boyolali, Bojonegoro dan Solo ,”terangnya.

Mbah Juno yang punya cirri khas rambut gondrong  acara juga mendatangkan  yang paling jauh yaitu dari daerah Cirebon Jawa Barat.

“yang terjauh dan sekaligus menjadi bintang tamu dalam acara ini adalah  dari sanggar Purakencana Cirebon dengan menampilkan tarian Topeng Lo Sari,”jelas  Mbah Jono lagi.

Untuk rasa ucapan terima kasih dari seniman Magetan serta talenta yang terlibat dalam acara kemarin itu memberikan sertifikat penghargaan yang ditanda tangani oleh bupati Magetan yaitu Suprawoto,”paparnya.

“Dalam acara yang spektakuler ini tujuan utama adalah ingin berekspresi  tanpa  embel-embel sedikitpun dari pihak panitia”alias gratis”,”tegas Mbah Juno kepada jurnalis suara kumandang.

Lanjut Mbah Juno, , bahkan semua porpeti mulai dari alat music seperti gong .”Semua gratis tis, tanpa membayar, bisa dicek ,”jelasnya.

“Sedangkan biaya pertunjukan ini dari pemberhati budaya yang tentunya sudah mempunyai usaha dalam bidang usahanya,”Maaf kami tidak bisa menyebutkan nama-nama mereka, namun yang jelas tidak ada kaitannya dengan anggaran pemerintah,”terangnya.

Acara ini digelar supaya adik-adik khususnya generasi melenial yang mempunyai hobi  budaya agar terarah.”Pada kesimpulannya biar tidak kesana kemari, adanya wadah ini dalam acara yang digelar di halaman DPU Magetan bisa mengekspresikan dan tidak liar,”akunya.

Mbah Juno mengaku jika dalam acara ini banyak mempunyai kesan tersendiri. ”Atas nama pribadi saya sangat bangga bisa membantu adik-adik untuk mengekspresikan apa yang dimiliki. Selain itu kami juga bangga ternyata di Magetan masih banyak orang-orang yang mau memperhatikan seni budaya yang merupakan warisan leluhur kita,”ungkapnya.

“Yang jelas untuk tahun depan diacara yang sama dapat terulang kembali, selain untuk menjaga kelestarian seni budaya juga bisa menyalurkan hobi adik-adik dibidang kesenian budaya,”kata Mbah Juno lagi.

Hergunadi kepala DPUPR Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengatakan pihaknya mengizinkan karena sependapat  dengan pihak panitia yang ingin  memberikan wadah supaya generasi melenial yang mempunyai hobi tersalurkan.

“Dalam kegiatan tersebut kami juga ikut mensosialisasikan kantor DPUPR supaya masyarakat lebih tahu dan paham kantor tersebut,”ungkap Hergunadi kepada jurnalis suara kumandang.

Sementara itu, dalam acara tersebut yang dimulai sejak pukul 15:00 WIB hingga pukul 00:00 WIB berjalan dengan lancar dan aman. Bahkan yang spektakuler  ini baru kali pertama diadakan di Magetan dapat terulang kembali.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.