Ini Yang dilakukan Sat Pol PP Setelah Merazia 12 Pelajar di Magetan

Sejumlah pelajar SMP dan SMA berada di ruangan Sat Pol PP yang didampingi guru BP sedang menunggu kedatangan orang tuanya masing-masing.

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.19 pelajar di Magetan terjaring razia saat ngopi di warung di Magetan. 19 siswa 8 diantaranya berhasil kabur.

Kal ini, razia menyasar disejumlah warung yang biasa dijadikan tempat pelajar membolos dan ngopi sambil menikmati secangkir kopi.

Ada 19 pelajar dari SMP dan SMA yang berhasil kami razia. Mereka didapati nongkrong di salah satu warung milik warga yang berada di wilayah Porwosari Magetan dan Tawanganom .

“Saat kami razia mereka masih mengenakan seragam sekolah,”ujar Khamim Bashori  Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan.

Dikatakan, dalam razia petugas Sat Pol PP berhasil mengamankan 12 pelajar dan yang 8 berhasil meloloskan diri.

”12 pelajar kami hukum dengan memberikan sifatnya Shock Therapy yaitu pus up dan hormat kepada bendera merah putih selama kurang lebih 10 menit. Berharap ke 12 tidak mengulangi kembali,”kata Khamim.

Masih kata Khamim, upaya Ini dilakukan supaya mereka tidak mengulangi perbuatannya dan melindungi generasi Indonesia dari hal-hal yang dapat merusak generasi bangsa.

Khamim menuturkan ada dua lokasi warung yang dijadikan langganan anak-anak sekolah bolos yakni warung baso di Dusun Sono Purwosari di jalan Kalpatarau dan warung kopi Tawanganom Jalan Gitadini.

Tidak hanya sampai disitu saja, ke 12 pelajar diantara SMPN 1 berjumlah 1 siswa, SMPN 2 berjumlah  4 siswa, SMK Yosonegoro  berjumlah 5 siswa, dan SMK PGRI  berjumlah 2 tidak diperbolehkan langsung pulang akan tetapi kami panggil guru BP konseling sekolah masing-masing.”setelah membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi,”kami perbolehkan pulang,”ucap Khamim.

Sementara itu, selain pihak Sat Pol PP mendatangkan guru BP juga mendatangkan masing –masing  orang tua siswa.”Penertiban anak sekolah yang bolos merupakan tugas semua pihak mulai dari pemerintah, sekolahan, lingkungan  dan orang tua. Razia ini merupakan dalam rangka penertiban anak sekolah yang bolos dan laporan masyarakat setempat yang akhir -akhir ini sering didapati anak-anak sekolah yang bolos di warung warung saat pelajaran berlangsung,”terangnya.

“Dalam waktu dekat ini kami juga akan memanggil pemilik warung yang dijadikan langganan anak sekolah yang bolos. Disitu nanti akan kami beri pembinaan terkait usahanya dijadikan tempat nongkrong anak-anak bolos sekolah,”pungkasnya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.