Festival Gebyar Labuhan Sarangan 2019

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Setiap satu tahun sekali menjelang bulan ramadhan pemerintah kabpaten Magetan menggelar acara gebyar festival labuhan Sarangan. Acara digelar di kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.Minggu,(05/04/2019).

“Tradisi festival gebyar Labuhan Sarangan ini merupakan tradisi turun menurun warga sekitar, yang dulu namanya desa Sarangan dan  sekarang namanya menjadi kelurahan Sarangan,”ujar Suprawoto Bupati Magetan.

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya tradisi bersih desa Sarangan, namun oleh pemerintah kabupaten Magetan dikemas menjadi festival gebyar labuhan Sarangan.

“Kegiatan bersih tetap dilakukan warga kelurahan Sarangan pada hari jumat Pon sebelum bulan ramadhan, kemarin oleh masyarakat Sarangan sedangkan yang saat ini dilakukan oleh pemerintah kabupaten Magetan,”kata Suprawoto.

Alasan kenapa acara dibuat menjadi dua, kata Suprawoto, karena kalau tradisi hari jumat bukan hari libur maka untuk menarik para wisatawan akan kesulitan.”Karena bukan hari libur,”kata Suprawoto.

“Oleh sebab itu pemerintah mengadakan dua acara yakni hari jumat untuk acara ritual bersih desa dari warga Sarangan dan hari minggu disajikan kepada pengunjung untuk mempertunjukan festival gebyar labuhan Sarangan,”papar Suprawoto.

Masih kata Suprawoto, kegiatan ini merupakan bentuk syukur masyarakat kelurahan Sarangan terhadap hasil bumi dan rejeki yang dilimpahan karena alam Sarangan.

Makna dari tumpeng di arak dan ditenggelamkan di  telaga Sarangan menurut Suprawoto yakni itu merupakan wujud syukur masyarakat Sarangan. “Karena apa, Sarangan ini suka tidak suka dihidupi oleh telaga Sarangan,”jelas Suprawoto.

Suprawoto mencontohkan “Sama seperti misal masyarakat yang hidup dipesisir pantai . mereka dihidupi oleh ikan dari laut, oleh sebab itu masyarakat di pesisir pantai kalau adakan acara larungnya di laut,”jelas Suprawoto lagi.

“Seperti masyarkat Sarangan dan sekitarnya, suka tidak suka magnetnya itu adalah telaga Sarangan, makanya ritual kearifan ini dan kemudian tumpeng diarak selanjutnya ditenggelamkan di telaga Sarangan agar diharapkan pertama bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang dilimpahkan,”terang Suprawoto.

Sementara itu, kegiatan festival yang melibatkan ratusan orang tersebut diawali dengan kirab tumpeng berukuran besar dan gunungan yang tersusun dari berbagai hasil bumi. Berangkat dari kantor Kelurahan Sarangan menuju telaga sejauh sekitar 500 meter.

Sampai telaga, tumpeng berukuran besar  dengan tinggi 2 meter dan gunungan hasil bumi diusung menggunakan `speed boat’ mengelilingi telaga.

Setelah mengelilingi telaga sekali putaran, tumpeng dilarung di tengah telaga Sarangan selanjutnya di tenggelamkan serta disaksikan Bupati Magetan Suprawoto sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, warga sekitar dan wisatawan.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.