Connect with us

SKI News

Kampung NU di Magetan Gelar Megengan Agung

Published

on

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Kampung Nahdlatul Ulama (NU) yang terletak di desa Kledokan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggelar acara Megengan Agung di halaman masjid Baitul Muttaqiin. Minggu,(05/04/2019).

Sedikitnya ada 600 peserta yang mengikuti acara tahunan ini. Peserta diwajibkan membawa tumpeng serta lauk hasil bumi di desa setempat.

KH Manshur Abdillah ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)  kabupaten  Magetan  mengatakan pihaknya mengadakan acara Megengan agung ini bertujuan untuk membangkitkan semangat keagamaan dan semangat kebangsaan  masyarakat di kampung NU  Kledokan.

“semangat keagamaan dan semangat kebangsaan  itu dua-duanya harus berjalan seiring , selaras dengan majunya jaman,” ujar  Manshur kepada jurnalis suara kumandang.  Minggu,(05/04/2019).

Kata Manshur, inilah idologi Nahdlatul Ulama di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara-negara  lain dalam mengajarkan Islam.

Untuk meningkatkan semangat keagamaan dan semangat kebangsaan  acara agenda tahunan ini diharapkan akan dibuat semeriah mungkin. Tahun depan Insya Alloh untuk memeriahkan acara ini , rencana akan melibatkan seluruh kompenen masyarakat desa Kledokan.

”Diharapkan bisa untuk membangkitkan semangat keagamaan dan semangat kebangsaan  masyarakat di kampung NU  Kledokan,”terang Mashur.

Dalam  acara ini ada 150 tumpeng disertai apem, buah-buahan dan hasil bumi. “Usai acara sambutan dan pemberian hadiah bagi peserta yang menang dalam pembuatan tumpeng acara dilanjutkan makan bersama sepanjang 1,5 kilometer,”kata Mashur lagi.

Santi salah satu peserta menjelaskan bahwa acara megengan Agung sudah berjalan 2 tahun berturut-turut. “Alhamdulilah acara ini berjalan dan sangat sukses,”kata Santi  seorang guru warga setempat.

“Dalam acara megengan agung ini lebih mengangkat budaya di dalam agama  Islam. Istilahnya kalau bahasa jawa nguri-nguri budaya jawa, jadi kesimpulannya kita mengembangkan kembali budaya yang ada di agama Islam,”kata Santi lagi.

Menurut Santi bahwa semua kegiatan yang ada di acara ini menonjolkan budaya agama Islam.”Jadi kesenian dan  makanan seperti  tumpeng, apem, buah-buahan  tadi merupakan mewakili budaya  dari segi makanan, seperti tarian sufi dan banjari itu juga merupakan mewakili budaya lewat kesenian,”jelasnya.

Sementara itu, Megengan Agung diadakan setiap satu tahun sekali sebelum bulan Ramadhan tiba.Dalam acara dihadiri camat Bendo, Kapolsek Bendo, Koramail Bendo serta tamu undangan sedikitnya ada 600 orang.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *