Eksekusi Pasar di Eks Stasiun Kereta Api, Petugas Saling Adu Pukul dengan Pedagang

MNEGHALANGI: Sejumlah warga mencoba menghalangi alat berat saat akan mebongkar bangunan di eks stasiun kereta api di Ponorogo

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Eksekusi pasar di eks Stasiun Kereta Api yang berada di tengah jantung Kota Ponorogo, Jawa Timur berlangsung ricuh. Bahkan puluhan pedagang eks stasiun terlibat adu pukul dengan petugas gabungan Satpol PP, Polisi dan Dinas Perhubungan Ponorogo karena menolak jika lapak mereka dirobohkan secara paksa.

Keadaan semakin ricuh ketika alat berat yang hendak merobohkan bangunan permanen di dalam pasar. Sejumlah pedagang mencoba menghalangi alat berat masuk dan hendak merobohkan bangunan.

Dari sekian jumlah pedagang terpaksa diamankan hingga mendapat bogem mentah karena terus melawan dan menghalangi alat berat yang hendak masuk ke dalam pasar. Bahkan ada sejumlah pedagang lain menangis histeris tak terima petugas terus merangsek masuk dan membongkar bangunan.

Pedagang merasa Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak berhak merelokasi maupun merobohkan bangunan permanen milik pedagang yang ada di jalan Sukarno-Hatta.

Diketahui tanah yang difungsikan oleh para pedagang ini merupakan lahan milik PT. KAI DAOP 7 Madiun dan bukan tanah milik pemerintah Kabupaten Ponorogo. Apalagi mereka sudah berjualan di tempat ini selama puluhan tahun.

Nur Khasanah pedagang pasar di eks Stasiun Kereta Api mengatakan pihaknya selain sudah puluhan tahun menempati lokasi tersebut, diketahui bahwa lahan eks stasiun kereta api ini merupakan milik PT. KAI DAOP 7 Madiun bukan milik pemerintah setempat. ”Kami mau digusur dan semua pedagang disini tidak setuju, soalnya kami sudah menempati puluhan tahun lamanya. Sebelum bupati ini semua damai-damai saja ndak ada apa-apa,” jelas Nur, Senin, (21/01/2019).

Supriyadi kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menjelaskan pihaknya tidak tahu alasan pembongkaran pasar di eks Stasiun Kereta Api tersebut, karena hanya mendapat perintah dari Bupati.

“Target hari ini memang pembongkaran saja. Disini selain petugas Satpol PP ada juga petugas Perkim, PU, LH, dan Dishub.”terang Supriyadi.

Meski sempat mendapat perlawanan dan berlangsung ricuh, namun petugas gabungan tetap melakukan eksekusi dan merobohkan bangunan permanen milik pedagang.

Sementara itu, pedagang di eks Stasiun dianjurkan agar berjualan di bekas Rumah Sakit Daerah Ponorogo bersama pedagang Pasar Songgolangit. Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.