Dispendukcapil Sosialisasikan 11 Aturan Kepada Warga Non Muslim

Sosialoisasi peraturan kepengurusan administrasi kependudukan bagi warga non muslim sebagai bentuk persamaan hak memperoleh pelayanan Dispendukcapil. ( 19/09/2019 )

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Dinas Pendudukan dan Catatan sipil ( Dispendukcapil ) kabupaten Ngawi, Jawa Timur kembali gencar melakukan sosialisasi mengenai kepengurusan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Kali ini sebanyak 11 peraturan yang telah diundangkan dengan sasaranya masyarakat non muslim kabupaten Ngawi, dengan tujuan menghapus kesan diskriminasi terkait administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, meliputi perkawinan, kawin akte, akte perceraian, akte kematian, akte pemisahan anak dan kartu identitas.

Misalnya pencantuman Penghayat Kepercayaan dalam kolom KTP-el dan KK sesuai keputusan MK nomor 97/ PUU-XIV/2016, serta 10 peraturan lain yang diperundangkan yang semuanya mencakup kemudahan dan kesetaraan kewarganegaraan dalam proses memperoleh keadministrasian kependudukan .

Dihadapan perwakilan masyarakat non muslim se kabupaten Ngawi , yaitu kristen, katolik, hindu, budha, kong hu chu, serta penghayat kepercayaan, Kepala Dispendukcapil Ngawi, Drs. Sugeng, M.Si, mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan atas dasar kesamaan hak dan kewajiban sebagai sesama warga negara, tidak hanya mengatur untuk warga muslim saja.

“ Salah satu tujuan dari sosialisasi ini adalah memastikan kepada mereka warga non muslim jika Dispendukcapil akan melayani secara maksimal kepada siapapun yang menginginkan kebutuhan administrasi kependudukannya, dan semuanya gratis tanpa biaya,” kata Sugeng kepada SKI. (19/9).

Khusus untuk kepengurusan Kartu Identitas Anak (KIA), pihaknya berharap agar dilakukan secara kolektif, bisa di sekolah maupun cara cara yang lain, agar anak tidak melakukanya sendiri tanpa didampingi orang tua, demi menekan resiko perjalanan menuju tempat pencatatan.

“Petugas kami siap mendatangi pihak pihak yang menghimpun pengajuan KIA, seperti sekolah dan lainya dengan pelayanan yang sama saat di kantor , agar tidak menganggu KBM serta mengurangi resiko perjalanan,” pungkasnya.

Jurnalis: Ahmad Hakimi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.