SKI News
Dinkes Ponorogo Digeledah KPK, 3 Koper dan Flashdisk Ikut Diamankan

Petugas kepolisian berjaga ketat di depan Gedung Pelayanan Terpadu Kabupaten Ponorogo saat tim KPK melakukan penggeledahan di lingkungan Dinas Kesehatan Ponorogo, Selasa (19/5/2026). Akses keluar masuk area penggeledahan dijaga untuk mendukung proses pemeriksaan berlangsung aman dan kondusif.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO . Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo yang berada di Gedung Terpadu, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, digeledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/5/2026) siang.
Penggeledahan tersebut diduga berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko. Sebelumnya, Sugiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pasca operasi tangkap tangan (OTT) pada November 2025 lalu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah penyidik KPK yang mengenakan rompi krem tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Mereka langsung menuju lantai II Gedung Terpadu yang menjadi lokasi Kantor Dinkes Ponorogo.
Salah satu ruangan yang diperiksa ialah ruang kerja Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti. Selama proses berlangsung, akses keluar masuk pegawai tampak dibatasi ketat. Personel Samapta Polres Ponorogo bersenjata lengkap juga terlihat melakukan penjagaan di area gedung.
“Tadi sekitar pukul 11.15 WIB tim penyidik KPK datang ke Gedung Terpadu,” ujar salah satu anggota Samapta Polres Ponorogo di lokasi.
Tak hanya memeriksa dokumen di ruang kantor, penyidik juga melakukan pemeriksaan di area parkir belakang gedung. Sebuah mobil dinas bernomor polisi AE 41 SP yang biasa digunakan Kepala Dinkes turut digeledah.
Dari kendaraan tersebut, penyidik tampak membawa sebuah benda menyerupai flashdisk berwarna biru toska serta sejumlah dokumen penting.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, tim penyidik juga sempat melakukan pemeriksaan di Kantor Dinas Pendidikan yang berada di lantai III gedung tersebut. Ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan, Nurhadi Hanuri, turut menjadi perhatian penyidik.
Namun saat dikonfirmasi usai penggeledahan, Nurhadi membantah kantornya ikut diperiksa.
“Tidak digeledah tempat kami tadi,” ujarnya singkat sambil meninggalkan kerumunan awak media di lobi Gedung Terpadu.
Proses penggeledahan berakhir sekitar pukul 19.30 WIB. Dari lokasi, penyidik membawa tiga koper yang terdiri dari dua koper ukuran besar dan satu koper ukuran kecil yang diduga berisi dokumen maupun barang bukti lain hasil penggeledahan.
Hingga kini, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait detail dokumen maupun perangkat elektronik yang diamankan.
Sebagai informasi, Gedung Terpadu Pemkab Ponorogo juga ditempati sejumlah instansi lain, di antaranya Dinas Pendidikan di lantai III dan IV serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) di lantai V.
Penggeledahan di Dinkes Ponorogo ini berlangsung sehari setelah penyidik KPK menggeledah rumah seorang pengusaha di kawasan Krajan, Desa Bangunsari, Kabupaten Pacitan, Senin (18/5/2026).
Rangkaian penggeledahan tersebut diduga berkaitan dengan pendalaman kasus dugaan korupsi, suap jabatan, dan proyek daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Jurnalis: Tim Redaksi.
