Connect with us

SKI News

Diduga Minum Cairan Obat Nyamuk, Warga Ponorogo Meninggal

Published

on

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Inisial SP ( 55) warga Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar rumah, diduga korban meningga bunuh diri dengan cara minum cairan serangga.Kejadian sekitar 14:00 WIB, Minggu, (24/05/2020).

Sesuai keterangan yang berhasil kami himpun dilapangan, awal ceritanya sekitar pukul 12:30 WIB, Minggu, (24/05/2020) istri korban (48) pergi kerumah orangtuanya di kecamatan Pulung dalam acara silaturahim. Sedangkan suami dan anaknya tinggal dirumah karena korban mengeluh sakit dan anaknya menunggu.

“Sekitar pukul 13:30 WIB anaknya memberi kabar kepada ibunya bahwa korban kondisinya muntah-muntah di dalam kamar dan meminta ibunya segera pulang untuk membawa ke rumah sakit,”ujar Iptu Yudi Kristiawan Kapolsek Babadan.

Lanjut Yudi, setelah istri korban  tiba dirumah, diketahui suaminya sudah tergeletak dengan mulut penuh berbusa. Setelah  dicek korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.”Begitu mengetahui kejadian tersebut istri korban  meminta bantuan orang sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polisi,”kata Yudi.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh tim Inafis dari polres Ponorogo benar korban sudah meninggal dunia,”katanya.

Sesuai pengakuan istri korban, lanjut Yudi, bahwa korban menderita sakit lambung kronis dan rutin berobat di Rumah sakit Darmayu Ponorogo. Dan oleh pihak Rumah sakit Darmayu korban dirujuk ke Poli Jiwa karena korban merasa depresi sakitnya tidak kunjung sembuh. Padahal sudah berulang kali berobat.

“Bahkan sesuai keterangan dari istrinya korban sering bicara jika korban ingin mati saja karena sudah tidak kuat menahan sakitnya,”jelas Yudi.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan outupsi dibuktikan dengan surat pernyataan.“ Jenazah dibawa ke RSU Hardjono Ponorogo untuk dilakukan Visum Luar, selanjutnya korban di serahkan kepada keluarga untuk dirawat dan dimakamkan di pemakaman desa setempat,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.