Diduga Akibat Obat Nyamuk, Rumah Milik Warga Krajan Magetan Hangus Terbakar

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Kobaran api menghanguskan rumah milik Rumanti (45) warga Desa Krajan RT 1, RW 1, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kejadiannya sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu,(11/08/2019).

Kebakaran diduga disebabkan oleh obat nyamuk bakar. Peristiwa nahas ini mengakibatkan sebagian bangunan milik seorang ibu anak dua ini mengalami kerusakan akibat jilatan ganasnya si jago merah.

Dalam peristiwa ini, padi (gabah) dan kayu bangunan hangus terbakar , sedangkan harta lain seperti sepeda motor, ternak sapi berhasil diselamatkan.

Sesuai keterangan cerita itu bermula, Ibu yang hidup sendiri bersama satu anaknya ini hendak ke warung yang berjarak kurang lebih 300 meter untuk berbelanja.

Saat itu diketahui putranya yang masih berumur 13 tahun menyalakan obat nyamuk, namun oleh ibunya diperingatkan.

Setelah ditinggal ke warung bersama anaknya,  sepulang  dari warung Rumanti dikejutkan rumah satu-satunya dilalap sijago merah. Warga yang mengetahui langsung berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya.”Kebakaran rumah milik Rumianti ini dugaan sementara akibat obat nyamuk bakar,”jelas Mujiono kepala desa Krajan.

Api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran datang dilokasi, ”Awalnya warga kesulitan untuk memadamkan api karena rumah milik warga saya itu terlalu tinggi sekitar 4 meter, api berhasil dipadamkan setelah 3 unit mobil kebakaran tiba dilokasi,”kata Mujiono lagi.

”Saat ini Rumanti dan anaknya ditampung dirumah kakak perempuannya karena rumah satu-satunya hangus terbakar, sedangkan anak satunya tinggal di Magelang kuliah,”kata Mujiono kepada jurnalis suara kumandang.

“Kami belum tahu, rencana nanti akan saya carikan bantuan ke pihak pemerintah kabupaten Magetan, karena mengingat warga saya ini, hanya hidup berdua bersama satu anaknya yang masih berumur 13 dan anak satunya kuliah di Magelang, Jzawa Tengah,”jelas Mujiono lagi.

Sementara dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, kerugian ditafsir sekitar Rp 25 juta.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.