SKI News
Desa Kiyonten, Satu Dari Program PAMSIMAS untuk Atasi Kesulitan Air

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ( PAMSIMAS ), adalah program pemerintah yang didukung bank dunia, untuk masyarakat pedesaan dan pinggiran kota.
Bentuk programnya berupa pembangunan tandon tandon air, sarana infrastruktur maupun pembangunan MCK di titik rawan kekurangan air.
Di Ngawi Jawa Timur , salah satu desa yang mendapatkan jatah teraebut adalah desa Kiyonten kecamatan Kasreman.
Desa berpenduduk 2723 dalam 960 KK tersebar di 6 dusun, yaitu Kiyonten, Pondok, Banjar, Pablengan, Sumberan dan Pelem. Rata rata separohnya masih dalam kategori prasejahtera. Faktornya adalah ketercukupan air dan kondisi sanitasi masih jauh dari layak.
Sunardi, kepala desa Kiyonten mengakui jika sebagaian besar warganya masih berada pada karegori tersebut, faktornya adalah masalah air.
“Jangankan urusan sanitasi, untuk konsumsi saja warga masih dihadapkan pada permasalahan, apalagi pada saat musim kemarau seperti sekarang ini,” kata Sunardi, Kamis, (24/10/2019).
Uluran tangan dari pemerintah maupun pihak luar, kini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah air di desanya, karena kondisi ini selalu terjadi setiap tahun .
Bagi Sunardi warganya menyadari jika kesehatan mereka bisa terancam akibat kondisi sanitasi, kesejahteraan bisa terhambat hingga kemakmuran desa sulit merangkak karena semua bertumpu pada kelancaraan adanya air
“Bagaimana kami bisa merangkak menjadi desa makmur dan sejahtera jika masalah air kami belum merdeka”, lanjut Sunardi.
“Datangnya program PAMSIMAS membuat kami memiliki harapan bisa keluar dari masalah air, dan ini tentunya masalah sanitasi bisa teratasi sehingga kesehatan masarakat akan lebih baik,” tutur Sunardi, kades yang baru dilantik ini.
Kini, garapan proyek dari program PAMSIMAS di desa ini sudah mencapai 90%, dan diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa dinikmati oleh warga.
Di penghujung tahun 2019 ini, program PAMSIMAS sudah menapak disekitar 23 ribu desa yang tersebar di 376 kabupaten / kota seluruh Indonesia, dan hasilnya 17 juta jiwa bisa menikmati pelayanan air bersih serta 14 juta lainya mendapatkan kelayakan sanitasi.
Jurnalis: Ahmad Hakimi.
