Connect with us

SKI News

Banner Komersial Dipaku di pohon Mulai Marak di Magetan

Published

on

Sejumlah banner komersial yang dipaku di pohon di jalan Hasanidun Magetan Kota

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Akhir akhir ini sejumlah banner yang dipaku di Pohon kembali marak di Magetan, Jawa Timur. Seperti halnya di jalan Hasanudin Magetan Kota, sejumlah pohon dijadikan tempat banner  Komersial dengan cara dipaku di pohon.

Pelanggaran kerap dilakukan oleh oknum yang tidak perduli dengan lingkungan hidup maupun peraturan daerah (Perda) nomor 3 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Seperti salah satu pengusaha yang bergerak dibidang hiburan yakni pentas lumba-lumba dan aneka satwa. Pihak pengelola mengaku tidak tahu jika ada peraturan tentang dilarangnya memaku banner di pohon.

”Terkait banner nanti dari teman-teman tak suruh nglepas tak ganti pakai kawat, soalnya kemarin kita tidak diberi tahu oleh pihak dinas pajak dibagian reklame, ”ujar Sodikin manajer pentas lumba-lumba dan aneka satwa kepada jurnalis suara kumandang, Jumat,(25/10/2019).

Sementara itu, Krisna bagian makerting promosi pentas lumba-lumba dan satwa mengaku bahwa  pihaknya ikut memaku di pohon karena ada beberapa  promosi yang tidak ada lebel pajaknya dipaku di pohon.

“Kita sudah pasti ada pajaknya dan sudah tertera, dari pajak-pun sudah mengasih stiker. Tapi ada banner yang tidak ada stikernya dipaku, la kita ikut saja gitu,”jelas Krisna.

Khamim Bashori Kasi Ketertiban Umum Kantor Sat Pol PP dan Damkar Kabupaten Magetan setelah melihat sejumlah banner yang dipaku di pohon mengaku sangat geram dan kesal.

“Padahal kami sudah lama melakukan sosialisasi terkait perda nomor 3 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sejak 2 tahun yang lalu, tapi kenapa kok masih ada oknum yang melakukan dengan cara memaku dipohon,”jelas Khamim kepada jurnalis suara kumandang.

Masih kata Khamim,  karena perda sudah berjalan maka kami tidak akan segan-segan untuk melepas meskipun pihak pemasang sudah ijin, sebab, diketahui banner yang melanggar tersebut dipasang di pohon dengan cara dipaku.

“Terkait banner yang bergambarkan ikan lumba-lumba dan lainnya nanti kita akan lakukan pelepasan, tapi sebelumnya akan kami koordinasikan dengan pimpinan kami terlbih dahulu,”terang Khamim.

Dijelaskan pula, jika pihak kami menemukan banner yang dipaku di pohon maupun yang melintang dijalan akan menghubungi  pemilik banner lewat via telepon untuk segera dilakukan pelepasan.

Sementara itu, pihak Sat Pol PP dan damkar berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemasangan banner atau sejenisnya  di pohon dengan cara dipaku.”Kami juga berharap masyarakat bisa menyadari sebab, karena perda sudha kami sosialisasikan beberap atahun yang lalu,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.