Connect with us

SKI News

Cari Tambahan Uang Jajan, Anak Anak Di Ponorogo Jadi Pembersih Makam Di TPU

Published

on

MENUNGGU: Sejumlah anak-anak sedang menunggu peziarah yang datang untuk ziarah di TPU asem buntung

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Momen ziarah makam jelang Ramadhan 2023 dimanfaatkan oleh sejumlah anak-anak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur untuk menambah uang jajan menjadi pembersih Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Seperti anak-anak yang tinggal di kawasan TPU  Asem Buntung di kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Untuk mengisi waktu luang mereka untuk mendapatkan cuan menjadi jasa membersihkan makam serta menemani peziarah.

Sejak pagi anak-anak duduk dipintu masuk makam menunggu ziarah yang datang menawarkan jasa pembersih makam untuk warga yang hendak berziarah. Mereka membawa peralatan sendiri seperti sabit, cangkul dan sapu lidi serta cikrak.

Rata-rata para peziarah yang datang ke makam mengajak satu hingga dua anak untuk minta membersihkan makam yang akan diberikan doa.

Selain menyapu dedaunan anak-anak ini juga langsung mencabuti rumput yang tumbuh diatas pusara.

Adalah Muhamad Al Fath alasan kuat mejadi jasa pembersih makam dijelang Ramadhan karena ingin menambah uang jajan.

Bahkan dia mengaku dari pada mainan  handphone untuk mengisi hari libur sekolah dia bersama teman-temannya mencari kesibukan yang bisa mendapatkan uang.

“Mumpung libur kak, masuk sekolah hari sabtu. Sudah dua hari ini saya jadi jasa pembersih makam,”kata Muhamad. Rabu, (22/03/2023).

Senada yang dikatakan, Zada Valentino dia mau menjadi jasa pembersih makam karena ingin mendapat uang tambahan untuk jajan. “Lumayan kak, uangnya bisa buat jajan,”jelas Zada kepada jurnalis suarakumandang.com.  

Sementara itu, sejumlah peziarah mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa pembersih makam yang dilakukan anak anak. Selain sebagai teman, mereka juga membantu membersihkan makam yang akan diberikan doa.

 “Alhamdulilah ini sangat membantu sekali, apalagi makam keluarga saya jauh ditepi sungai. Dan saya sangat senang melihat anak-anak tersebut, sebab tujuan mereka sangat mulia,”ucap Warsiti salah satu pengguna jasa.

Meski anak-anak tidak pernah mematok harga tariff, namun sekali memberishkan makam mereka diberi uang mulai Rp 5000 hingga Rp 10000. Bahkan dalam satu hari satu orang anak mampu menghasilkan antara Rp 50.000 sampai RP 70.000.

Jurnalis: Tim.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *