Begini Nasib Pengusaha Sepatu di Jalan Sawo Magetan Saat Libur Panjang Hari Natal dan Tahun Baru 2017 Lalu

Suwarni Pemilik Toko Praktis

Suwarni Pemilik Toko Praktis

Magetan.suarakumandang. com-Ternyata liburan panjang Hari Natal dan Tahun 2017 yang baru saja berlalu kemarin membuat sejumlah pedagang sepatu dan accories gigit jari, bagaimana, tidak, mereka mengalami penurunan omzet hingga 30 persen.

Liburan panjang Hari Natal dan Tahun 2017 merupakan moment  yang ditunggu-tunggu oleh sejumlah pedagang maupun perajin sepatu dikawasan jalan Sawo, Kelurahan Selosari,Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Namun sayang, liburan tersebut tak seperti mereka harapkan. Sejumlah pedagang sepatu dan accessories  mengeluhkan karena mengalami penurunan pembeli secara dratis.

Suwarni (56)  pemilik toko Praktis menjelaskan, hasil penjualan sepatu dan accessories selama libur panjang hanya laku sekitar 40- 50 pasang sepatu perharinya. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Suwarni  mampu menjual paling sedikit 90-sampai 100 pasang sepatu.”Tahun ini sepi mas, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini turun sekitar 25 %sampai 30%,”jelasnya.

“Penurunan omzet  ini diakibatkan kawasan jalan Sawo kepemilikan toko semakin bertambah. Selain itu, banyaknya masuk barang impor dari China yang mempunyai kualitas baik dan harga sangat terjangkau,”katanya.Senin, (02/01/2017).

Suwarni mengaku, waktu liburan panjang kemarin memang dari pengunjung ramai, bahkan tempat pakir disepanjang jalan Sawo tidak muat, akan tetapi mereka (pengunjung,red) hanya jalan-jalan dan melihat-lihat sepatu maupun accessories lainnya.

Kata Suwarni, biasanya dalam waktu 2 minggu, hitungan hari sebelum dan sesudah libur panjang pihaknya mampu menghasilkan  uang Rp 250 juta sampai Rp 300 juta, namun sekarang hanya mampu menghasilkan Rp 120 juta hingga Rp 150 juta.

Andik yang tak lain adalah cucu Suwarni mengatakan, turunnya pembeli dikawasan jalan Sawo karena kalah bersaing dengan barang impor dari China.”Barang dari China kualitasnya bagus dan murah, apalagi model dari China selalu mengikuti jaman,”papar Andik.

“Meski mengalami penurunan omzet, Alhamdulilah pesanan kami tetap berjalan, bahkan kami mengalami kenaikan omzet. Sementara pesanan datang dari Kalimatan, Jakarta, Sumatra hingga keluar negeri seperti Malasiaya dan Hongkong,”terang Andik.

Dari salah satu pengunjung yang datang bersama rombongannya dari Tuban Jawa Timur dalam kunjungannya ke wisata Telaga Sarangan mjenuturkan, bahwa tempat wisata Sarangan saat ini nampak kumuh dan bau.” Ini kebetulan rombongan dari Tuban, saya berkunjung ke Wisata Sarangan lalu pulangnya mampir ke jalan Sawo bukan karena ingin membeli dan melihat pemandangan Wisata Sarangan melainkan karena naik bus dengan perjalanan jauh”itu asyik”mas.”kata seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

“Kalau saya boleh jujur tempat wisata Sarangan bau karena kencing kuda, dan itu membuat kami tak nyaman wisata ke Sarangan.Kalau sampean tanya mengapa saya ke Sarangan terus terang  karena hanya ingin naik bus saja dengan perjalanan jauh. Kalau di jalan Sawo saya dan rombongan hanya ingin lihat-lihat sambil jalan-jalan mas, kalau ada yang cocok beli kalau tidak ya sudah, itupun kalau harganya murah, disini terkenal mahalnya,”pangkasnya.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.