SKI News
APBD Dikebut, Kebijakan Jadi Tumbal! Ketua DPRD Magetan Sentil Tajam Penyusunan Anggaran “Amburadul Ritme”

Ketua DPRD Magetan, Suratno
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Ketua DPRD Magetan, Suratno, akhirnya “meledak”. Nada bicaranya tegas, menyindir, dan jelas sekali tak sedang ingin berbasa-basi. Ia menyorot tajam proses penyusunan APBD 2026 dinilainya kacau ritme, mepet waktu, dan sangat rawan melahirkan kebijakan setengah matang.
“Kesepakatan baru turun tanggal 25, tapi paripurna harus 28 November. Anggaran hampir Rp 2 triliun kok dibahas seperti kerja kilat?” sindir Suratno.
Menurutnya, sistem seperti ini tak boleh jadi kebiasaan. Jika pemerintah kabupaten Magetan ingin menghasilkan anggaran benar-benar pro rakyat, maka prosesnya harus terjadwal, tertib, dan tidak “dikejar kalender”.
“APBD tahun mendatang harus jauh lebih baik, lebih terukur, dan jangan lagi disusun dengan napas tersengal,” tegasnya.
Prioritas Publik Jangan Diganti “Prioritas Panik”
Suratno juga menyoroti tajam prioritas anggaran menurutnya kerap tersusun rapi di atas kertas, tapi tidak turun ke kebutuhan nyata masyarakat.
Banyak warga, kata dia, menunggu perbaikan infrastruktur dasar khususnya jalan-jalan rusak sudah lama “berteriak” minta direhabilitasi namun hingga kini masih belum masuk jajaran prioritas utama.
Bidang kesehatan pun tak luput dari kritik.
“Masih ada sekitar 6.000 warga belum masuk data SEN dan akhirnya menjadi tanggungan domestik BPJS. Ini persoalan nyata, bukan angka di laporan,”paparnya..
PAD Jangan Cuma Mengandalkan Wisata Dan Tolong, Kebocoran Pendapatan Ditutup!
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magetan juga menjadi sorotan. Selama ini, kata Suratno, Magetan terlalu nyaman bertumpu pada sektor wisata, padahal banyak potensi lain bisa digarap tanpa membebani warga.
“Kita butuh PAD aehat, kreatif, tidak memberatkan masyarakat.
Dan terpenting, kebocoran pendapatan itu masih banyak. Ini harus dianalisis dan ditambal sungguh-sungguh, bukan sekadar jadi kalimat manis saat rapat,” tegasnya.
Delapan Fraksi Sudah “Ngegas”, Bola Kini di Tangan Bupati
Suratno menyebut, hampir semua fraksi di DPRD telah melontarkan catatan kritis dan pertanyaan penting. Jawaban lengkap dari Bupati akan disampaikan dalam paripurna pada Kamis, 27 November 2025.
“Ya kita tunggu saja. Yang jelas, DPRD sudah menyampaikan banyak hal yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Dari delapan fraksi, hanya tiga fraksi membacakan langsung pandangan umumnya:
NasDem, Demokrat, dan PDI. Perjuangan.
Sementara lima fraksi lainnya Golkar, PKS, Gerindra, PKB dan PAN menyerahkan pandangan umum secara langsung kepada Ketua DPRD.
Paripurna tersebut merupakan agenda resmi pembacaan Pandangan Umum Fraksi DPRD Magetan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2026, sekaligus menjadi panggung kritik paling ramai menjelang finalisasi anggaran.
Jurnalis : Rim Redaksi.
