Connect with us

SKI News

Rapi di Struktur, Sepi di Rakyat, PDI Perjuangan Magetan Dapat “Teguran Halus” di Rumah Aspirasi Kanang

Published

on

Di balik meja diskusi, ada evaluasi dan arah baru. Kanang, Diana Sasa, dan kader PDIP Magetan berbincang serius soal organisasi dan keberpihakan pada rakyat.

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan bertandang ke Rumah Aspirasi Kanang, Jalan Manyar, Beran, Ngawi, Selasa (7/1/2025).

Kunjungannya memang berlabel silaturahmi, tapi aroma “evaluasi organisasi” terasa cukup kental terutama soal seberapa jauh partai benar-benar hadir di tengah rakyat, bukan sekadar ramai di ruang rapat.

Diskusi bersama Budi Sulistyono alias Kanang, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, itu menguliti dua isu klasik namun krusial: penataan struktur dan pengkaderan.

Dua hal yang sering terdengar rapi di laporan, tapi tak jarang kehilangan daya guna saat bersentuhan dengan persoalan warga.

Kanang mengingatkan, pengurus partai tak boleh puas hanya menjadi “penjaga struktur.

Menurutnya, partai akan kehilangan ruh jika pengurus berhenti pada administrasi dan lupa fungsi dasar sebagai penyambung lidah rakyat.

“Pengurus partai harus mau mendengar, berani bicara, dan ikut mendorong lahirnya kebijakan. Kalau hanya satu atau dua yang jalan, partai itu pincang,” tegas Kanang, tanpa perlu meninggikan suara.

Ia menyinggung realitas politik daerah, termasuk Magetan, yang kian kompleks dan menuntut kerja partai lebih dari sekadar konsolidasi internal.

Struktur, kata Kanang, bukan tujuan akhir melainkan alat agar partai tetap relevan di tengah rakyat yang semakin kritis.

“Struktur rapi itu penting, tapi tidak cukup. Tanpa kader yang solid dan peka, partai bisa tergelincir oleh dinamika politik sendiri,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Sorotan juga diarahkan pada regenerasi. Kanang menilai, pola pendekatan lama kepada generasi muda sudah tak lagi memadai.

Jika partai gagal menyesuaikan diri dengan cara berpikir anak muda, maka jarak antara partai dan pemilih muda akan makin melebar.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, mengakui pertemuan tersebut bukan sekadar temu kangen pengurus baru dengan senior partai.

Ia menyebut diskusi ini sebagai ruang refleksi agar roda organisasi tidak keluar dari rel ideologi dan kepentingan rakyat.

“Ini momen kami meminta arahan sekaligus bercermin. Supaya partai tidak hanya sibuk mengurus diri sendiri, tapi tetap berpihak pada rakyat,” kata Diana.

Ia menambahkan, kepemimpinan partai tak boleh berhenti pada urusan struktural semata.

Mendengar aspirasi, menyuarakannya, lalu menerjemahkannya menjadi langkah nyata adalah pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda.

“Partai harus hadir, bukan hanya terlihat aktif. Itulah yang sedang kami upayakan di Magetan,” pungkasnya.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *