Connect with us

SKI News

Sirine Berbunyi, Puluhan Kendaraan Mendadak Diam di Tugu Gading Kartonyono, Ngawi

Published

on

Petugas berdiri tegak memberi penghormatan saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di kawasan Tugu Gading Kartonyono, Ngawi, Senin (17/8/2026) pukul 10.00 WIB. Sejenak berhenti, mengenang jasa pahlawan, meneguhkan semangat Indonesia

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Puluhan kendaraan mendadak berhenti di kawasan Tugu Gading Kartonyono, Ngawi, saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI berlangsung, Senin (17/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Pengendara dari berbagai arah, mulai utara, timur, barat hingga selatan, menghentikan perjalanan sejenak. Sejumlah pengemudi mematikan mesin, turun dari kendaraan, lalu memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.

Detik-detik Proklamasi berlangsung melalui bunyi sirine tepat pukul 10.00 WIB di kawasan Tugu Gading Kartonyono, sekitar perempatan serta jalur Ngawi–Solo.

KBO Satlantas Polres Ngawi Ipda Eko Supriyanto membenarkan pelaksanaan penghentian kendaraan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus pengingat bagi masyarakat agar tidak melupakan sejarah.

Ia menekankan semangat Jasmerah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Generasi muda memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan melalui kontribusi sesuai tugas dan peran masing-masing.

“Bangsa besar ialah bangsa mampu menghargai jasa para pahlawannya. Generasi muda tidak ikut merebut kemerdekaan, maka perjuangan dapat dilanjutkan dengan mengisi kemerdekaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Eko.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana lalu lintas sempat hening selama pelaksanaan detik-detik Proklamasi. Kendaraan dari empat penjuru berhenti mengikuti imbauan petugas.

Usai penghormatan selesai, arus lalu lintas kembali bergerak. Kendaraan melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Penghentian kendaraan selama detik-detik Proklamasi menjadi momen sederhana, tetapi sarat makna. Sejenak berhenti dari perjalanan, masyarakat diajak kembali mengingat perjuangan para pahlawan serta menjaga semangat nasionalisme.*

Jurnalis: Ahmad Hakimin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *