Connect with us

SKI News

Untuk Promil, Pohon Kurma Di Desa Pomahan Ponorogo Diburu Warga

Published

on

Wahyu Eko Widodo pemilik pohon kurma

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Salah satu rumah warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur  yakni  milik Wahyu Eko Widodo diserbu warga lantaran pohon kurma miliknya berbuah dan diberikan secara cuma Cuma. Kebanyak warga berburu untuk program hamil (Promil). Jumat, (21/01/2022).

Seperti salah satu warga yang bernama Herin sengaja datang mencari buah kurma untuk program hamil . Mereka berharap setelah memakan buah program kurma ini segera dapat momongan.

Dia mengaku jika sudah 10 tahun ini menikah belum diberi momongan.“Ya saya datang kesini untuk mencari buah kurma untuk program hamil, kalau makan buah kurma ini khasiatanya bisa menyuburkan rahim. ”kata Herin.

“Semoga setelah ini segera mendapat momongan,”cetusnya.

Meski mengeluarkan buah yang lebat dan banyak namun Eko tidak pernah sekalipun menjual bauh kurma miliknya. Melainkan membagi-bagikan terutama bagi wanita yang memiliki program hamil. Sebab di yakini jika memakan buah kurma muda ini dengan jumlah ganjil bisa menambah kesuburan kandungan.

Namun dalam pembagian buah kurma EKo terpaksa menggunakan system antri. ”Cara untuk mendapatkan buah kurma ini mereka harus antri lewat pesan singkat  terlebih dahulu. Ini supaya tidak terjadi kerumuman disini , jadi mereka yang sudah pesan setelah mendapat langsung pergi,”paparnya.

“Ya hingga sampai saat ini yang sudah mendaftar 1. 783 orang , tapi hari ini saya batesi sampai 1.700 an,”tuturnya.

Dikatakan, bahwa pohon kurma  jenis Tunisia yang berada di halaman rumahnya sudah berusia 26 tahun. Meski jumlah pohon kurma miliknya hanya berjumlah satu pohon namun pohon ni bisa berbuah lebat sejak 9 tahun yang lalu. Bahkan bisa berbuah hingga dua tandan.

Disebutkan kemunculan pohon kurma miliknya berawal dari ibunya yang pulang bekerja sebagai tenaga Kerja Wanita di negeri Arab tahun 1994. Saat itu sang ibu membawa oleh-oleh buah kurma, sedangkan isi buah dibuang begitu saja dihalaman depan hingga akhirnya tumbuh dan berbuah seperti saat ini.

Eko menjelaskan alasan kenapa menggratiskan buah kurma bagi siapa saja yang minta hanya untuk mencari pahala. Termasuk mengingat perjuangan sang ibu yang harus menunggu hingga 11 tahun baru dikaruniai seorang anak.

“Setiap tahun buah kurma ini berbuah, terkadang setahun sekali dan terkadang dua tahun sekali. Mereka berburu buah kurma karena program hamil, buat ibu-ibu yang menginginkan momongan, ”kata Eko.

Sementara itu, yang datang  untuk mendapatkan buah kurma tersebut dari berbagai kabupaten sekarisidenan Madiun, bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari kota Sidoarjo dan Surabaya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *