52 Jamaah Musa Balik Kampung

52 Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash – Sholihiyah (MUSA AS) Kasembon Malang, Jawa Timur kembali ke kampung halaman di Ponorogo, Jawa Timur.Minggu,(14/04/2019).

Suarakumandang.com,BERITA PONOROGO. Sedikitnya 52 Jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash – Sholihiyah (MUSA AS) Kasembon Malang, Jawa Timur kembali ke kampung halaman di Ponorogo, Jawa Timur.Minggu,(14/04/2019).

Ahmad Zamrozi  salah satu Jamaah Musa As mengatakan kepulangan mereka ke kampung halaman dalam rangka pemilihan umum untuk memberikan hak pilihnya sebagai warga negera Indonesia. “Kami pulang dalam rangka pilihan umum. Rencananya usai pilihan umum kami akan kembali ke Malang,”ujar Ahmad.

“Kami balik ke Malang karena mengajinya selama 3 bulan dan ini belum selesai. Insya Alloh habis puasa atau Ramadan kita balik ke Ponorogo,”kata Ahmad.

Dijelaskan pula, bahwa selama 3 bulan di Malang Jawa Timur dari 52 jamaah menuntut ilmu sholat dan mengaji.”Kami tadi rombongan naik 3 mini bus dan tiba siang tadi,”terang Ahmad.

Kedatangan 52 jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash – Sholihiyah di desa Watubonang, kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur disambut Bowo Susetyo Kepala Desa setempat bersama kepala DInas Sosial Ponorogo Sumani.

Dalam hal ini sejumlah jamaah Musa sempat membantah jika pondok pesatren Miftahul Falahil Mubtadin, Kasembon, Malang mengajarkan hal yang menyimpang”Kami disana memperdalam ilmu Agama Islam yakni Sholat dan mengaji,”papar Ahmad.

Sumani Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo juga membenarkan bahwa kepergian mereka ke pondok pesatren Miftahul Falahil Mubtadin, Kasembon, Malang tidak menemukan ajaran yang menyimpang.”Tidak ada penyimpangan diajaran tersebut. Ini diketahui setelah melihat hasil investigasi dari tim khusus pembentukan bupati Ponorogo,”kata Sumani.

“Kendaraan kita fasilitasi dan ada 12 yang membawa mobil pribadi. Sedangkan yang 40 rombongan ini sudah sampai disini dan mereka dirumah. Mereka merasa nyaman karena diperhatikan oleh pihak pemerintah dan  sekarang mereka kembali ke masyarakat,”kata Sumani kepada wartawan.

Masih kata Sumani, kepulangan mereka dikampung halaman karena ingin memenuhui haknya untuk memilih calon presiden dan wakil presiden serta legistatif pada tanggal 17 April mendatang. “Usai mencoblos mereka akan kembali menimba ilmu di Malang. Target mereka menimba ilmu di Malang yakni selama 3 bulan,”terang Sumani.

Seperti diketahui dari 56 warga Watubonang, kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pertengahan bulan Maret kemarin eksodus ke ponpes Miftahul Falahil Mubtadin, Malang, karena diduga adanya isu akan terjadi kiamat di Ponorogo.

Sementara itu, 4 jamaah yakni katimun (Pemimpin Jamaah Musa As – Ponorogo) dan tiga anggota keluarganya tetap bertahan di Malang dan enggan pulang ke Ponorogo dengan alasan tetap ingin menimba ilmu agama di ponpes miftahul falahil mubtadin.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.