Connect with us

SKI News

12 Hari Sebelum Tragedi Kecelakaan Bus Masuk Jurang

Published

on

Kondisi bus PO Suka Damai yang terjun di jurang mojosemi

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN.Sebelum terjadi kecelakaan bus yang membawa rombongan siswa SMK 1 PGRI Karanganyar, pihak Polres  Magetan melakukan jumpa pers dengan sejumlah wartawan, Jumat (14/09/2018) lalu.

Jumpa Pers  guna melakukan penyiaran bahwa ruas jalan Maospati -Magetan- Cemorosewu yang memiliki jarak kurang lebih 40 km menjadi target kepolisian  untuk memasang rambu lalu lintas disejumlah titik lokasi terutama lokasi yang sering terjadi kecelakaan.

Ini dilakukan karena dalam dua tahun terakhir jalur tersebut merupakan rawan kecelakaan yang mayoritas karena kurangnya rambu rambu lalu lintas.

”Diketahui bahwa jalur tersebut jalan yang penuh dengan tanjakan belokan tajam, jadi perlu penambahan rambu-rambu lalu lintas,” ujar AKP Himmawan Setiawan Kasat Lantas Polres Magetan Jumat (14/09/2018) lalu saat jumpa pers disalah satu rumah makan di Magetan.

Target utama pihak kepolisian Magetan adalah jalur Sarangan-Cemorosewu harus diperbanyak rambu-rambu laLu lintas.

Menurutnya sesuai data dalam waktu kurung dua tahun jalur tersebut sering terjadi kecelakaan dengan tempat lokasi yang sama, dan10 kali kecelakaan terjadi dilokasi yang sama.

Tak disangka setelah mengadakan jumpa pers selang 12 hari, Selasa (25/09/2018) sekitar pukul 9.30 WIB  telah terjadi kecelakaan bus dengan  membawa rombongan siswa SMK 1 PGRI Karanganyar terjun ke jurang sedalam 25 meter, yang mana tempat lokasi tersebut merupakan target utama polisi untuk penambahaan  rambu lalu lintas seperti Rolling Barrier.Tepatnya di lokasi KM 214 masuk wilayah Mojosemi.

Terkait dengan alat Rolling Barrier polisi akan memberikan rekomendasi  “Permintaan Rolling Barrier itu nanti kita tunggu rapat forum dengan seluruh intansi baik intansi pemerintah maupun BUMN yang berkompeten dibidang lalu lintas, nanti kita berikan rekomendsi supaya menjadi usulan dan dapat terealisasikan,”Kata Himmawan.

Tak hanya itu saja, Suratman Wakil Ketua DPRD sebelum terjadi kecelakaan tersebut juga mendesak pihak pemerintah kabupaten Magetan untuk segera koordinasi dengan pihak pemerintah propinsi jawa timur supaya segera mungkin untuk mencukupi kebutuhan rambu-rambu lalu lintas di jalur yang sering terjadi kecelakaan.

“Apapun alasanya ini sifatnya mendesak, apalagi jalan tersebut merupakan jalan antar propinsi yang arus lalu lintasnya sangat padat,”kata Suratman Jumat,(21/09/2018) lalu.”pungkasnya. Cahyo.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *