Wagub Terpilih Emil Dardak Orasi Ilmiah di STIT Islamiyah KP Paron

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Era Revolusi Industri 4.0 menjadi topik dalam orasi wakil Gubernur terpilih Jawa Timur Emil Elestiyanto Dardak  di acara Wisuda Sekolah Tinggi iImu Tarbiyah (STIT) Islamiyah Karya Pembangunan (KP) Paron ke-29 , Senin (31/12/2018) yang lalu.

Dalam orasi ilmiahnya, Emil mengingatkan era revolusi industry 4.0, justru peluang besar bagi sarjana Pendidikan Agama Islam. Lulusan PAI harus memanfaatkan teknologi dalam mengetrapkan dan mengembangkan ilmunya di masyarakat. Teknologi bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran mentranster ilmu ke anak didik agar efektif fan efesien.

“Teknologi digital dapat digunakan oleh program studi dan sangat strategis untuk membangun pendidikan agama,” tuturnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan di kala banyak orang fokus pada ilmu eksa, ilmu teknik, ilmu komputer, maka peluang besar bagi lulusan agama. Lulusan Pendidikan Agma Islam punya andil besar dalam membangun pendidikan agama pada masyarakat. Pendidikan agama Islam menentukan karakter, budi pekerti dan kepribadian anak-anak di masa depan.

Berkembangnya kecerdasan buatan berupa produk smarphone, justru peran lulusan Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan masyarakat . Lulusan Pendidikan Agama Islam dituntut lebih peka terhadap perkembangan akhlak di masyarakat. Disamping itu tentunya sikap, akhlak mulia harus tetap dijaga ole lulusan Pendidikan Agama Islam.

“Saya mendapat beasiswa di Jepang dan menjadi pengurus NU perwakilan di Jepang, berupaya dengan teman-teman bagaimana membangun kualitas keimanan di sana,” katanya.

Pada acara wsuda ini Emil juga menyambut baik upaya STIT Islamiyah Karya Pembangunan dalam meningkatkan status perguruan tingi menujadi universitas. Karenanya terobosan maju ke depan harus disiapkan secara matang.

Sementara itu Ketua STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Samsul Hadi berharap kampus STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron tetap menjadi kampus idaman bagi seluruh elemen masyarakat dalam mengantar anak bangsa meraih ilmu yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami berharap, wisudawan nanti ikut andil menciptakan dan membangun peradaban di tengah masyarakat. Alhamdulillah tahun ini banyak lulusan yang tembus tes CPNS. Ini bukti kualitas lulusan bisa diterima oleh masyarakat,” tutur Samsul, yang juga Pengurus PC NU Kab. Ngawi ini.

Alumnus Ponpes di Situobondo ini menegaskan, terkait dukungan Emil Dardak menjadi semangat Kampus STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron ke depan, khususnya program peralihan status menjadi universitas. “Mohon doa restunya agar peralihan menjadi universitas ini lancar. Saat ini kita memiliki empat prodi, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Usia Dini, dan Manajemen Pendidikan Islam,” ujarnya.

Dari dukungan berbagai pihak, menurut Samsul, kampus ‘Rahmatan lil Alamiin’ ini tetap berdiri dan terus maju melangkah ke depan. Pemerintah Daerah, Kementerian agama dan Dinas Pendidikan Nasional tak henti-hentinya memberi dukungan pada STIT Islamiyah Karya Pembangunan.

Selain Emil nampak Beberapa tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, diantaranya KH Ali Syamsudin (Ketua Mukhtasar PC NU Ngawi dan juga pengasuh Ponpes Miftahul Huda, Gerih), KH Dumami (Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, Kerten Paron) dan H Masyudi (Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Karya Pembangunan Ngawi). Ahmad.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.