Tunjangan GTT SMK Negeri di Magetan Selama Setahun Belum Cair

Bambang Supriyadi kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Magetan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Salah satu guru SMK Negeri di Kabupaten Magetan mengaku selama setahun ini belum menerima tunjangan dari pemerintah Propinsi Jawa Timur.

“Sejak akhir tahun 2017 saya menerima SK dari Gubernur, akan tetapi sejak Januari 2018 hingga detik ini saya belum pernah menerima tunjangan,”ujar GTT yang namanya tak mau disebutkan. Rabu,(16/01/2019).

lanjutnya, padahal saya  sudah mendapatkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/559/KPTS/013/2017.

Bahkan untuk mengetahui lebih jauh pihaknya sudah menanyakan ke Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur terkait hak mengenai tunjangan setelah diturunkannya SK Gubernur. ”Kata pihak Propinsi semestinya saya sudah menerima sebab identitas saya sudah ada didalam data,” katanya.

Menanggapi hal tersebut pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Magetan akan secepatnya mempelajari permasalahan tersebut.”Secepatnya kami akan mencari tahu kenapa tunjangan tersebut tidak cair selama itu,”kata Bambang Supriyadi kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Magetan kepada wartawan.

” Saya disini baru, akan kita cari sebabnya dulu, kenapa tunjangan selama itu tidak diberikan,” kata Bambang lagi.

Sambung Bambang, hak GTT sekolah Negeri yang sudah memiliki SK Gubernur wajib menerima tunjungan sebesar Rp 750 ribu perbulan lanjutnya, apalagi turunnya SK itupun didapat juga dari pengabdian bertahun-tahun.

Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, mengaku  prihatin kepada guru GTT selama setahun  tidak diberikan hak tunjanganya. “Ini mesti harus diusut sampai tuntas,”lekasnya.

”Jika ada GTT disekolah Negeri tidak menerima wajib diusut tuntas siapa yang bermain, kasihan mereka bekerja sudah bertahun-tahun, bahkan mungkin ada yang sudah tidak bisa jadi PNS,” tegas Suli da’im, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim,Rabu (16/01/2019).

Suli Da’im pun menjelaskan untuk Tunjangan GTT dan PTT se- Jawa Timur pihak pemerintah Propinsi Jawa Timur sudah menyalurkan anggaran berkisar Rp 85 miliar dan itu disalurkan melalui cabang Dinas masing-masing se Jawa Timur dan kemudian dilanjutkan kepada kepala sekolah.

“Pencairan anggaran tunjangan dari pemerintah Propinsi ditransfer ke kantor Dinas Cabang dan seterusnya dilanjutkan ke sekolah. Ini harus diusut kasihan mereka para GTT,”pungkasnya. Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.