Tasyakuran Pemilu Damai

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Tasyakuran Pemilihan Umum (Pemilu) damai dengan tema kembalikan harmonisasi kehidupan berbangsa dalam rangka menyongsong era kesejateraan petani di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Acara diadakan di Aula Balai Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Rabu, (01/05/2019).

“Kegiatan ini sebenarnya sebatas wujud syukur dari pelaksanaan pemilihan presiden dan calon legistatif bahwa di Magetan tidak ada apa-apa atau bisa dikatakan aman dan kondusif,” ujar Suprawoto, Bupati Magetan usai acara.

Dia juga mengatakan dalam syukuran ini dihadiri oleh 5 Anggota DPRD yang terpilih khususnya di Daerah Pemilihan I. ”Ini luar biasa dari Dapil Parang ada 5 wakil rakyat bisa duduk di kursi DPRD kabupaten nantinya,” kata Suprawoto.

“Dalam acara ini juga sebuah perkenalan dan sekaligus dialog antara masyarakat petani dan calon DPRD yang hadir saat itu juga, di situ apa yang perlu dikembangkan ke depan khususnya di bidang pertanian,” terangnya.

Kata Suprawoto yang dapat dikembangkan di Magetan adalah Subandi karena beliau adalah profesor jagung. ”Oleh sebab itu keahliannya ke pakarnya di bidang pertanian khususnya jagung kita manfaatkan,” kata Suprawoto.

“Untuk mengembangkan putra daerah yang mempunyai keahlian di bidang jagung, dari Dinas Pertanian kita suruh ikut,  di situ apa yang perlu difasilitasi oleh Pemerintah Daerah,” kata Suprawoto lagi.

Menurutnya, tugas pemerintah salah satunya menfasilitasi masyarakat yang mempunyai kreatifitas. “Bukan sebaliknya masyarakat menfasilitasi pemerintah itu salah besar,” ucapnya.

“Apa yang masyarakat punya, inovasi-inovasi baru kita sebagai pemerintah hukumnya wajib untuk mefasilitasi,” tutur Suprawoto.

Kalau Nasa 29 jagung ini bisa dikembangkan di petani Magetan lanjut Suprawoto akan luar biasa.” Jadi nilai tambah petani di Magetan akan lebih besar. Bayangkan kalau kita hanya menjual jagung pipil saja itu akan lebih tinggi kalau kita menjual bibitnya,” jelasnya.

“Contoh lain kalau jagung dikemas sedemikian rupa dijual di tempat wisata maka harga jagung akan lebih tinggi ketimbang dijual jagung pipil. Dan tentunya tidak hanya di satu tempat di banyak tempat mungkin tidak hanya di Magetan bisa di luar Magetan, itu akan menambah nilai jual jagung,” terang Suprawoto lagi.

Dalam acara ini Bupati Magetan berharap bisa untuk menampung aspirasi masyarakat khususnya terkait bidang pertanian dan pembangunan yang hubungannya dengan pertanian. ”Maka dari  acara ini kami juga menghadirikan kepala Dinas PU dan Dinas Pertanian supaya mereka tahu apa permintaan masyarakat untuk meningkatkan taraf pertanian. Mengingat lahan pertanian di Magetan masih sangat sempit sehingga dengan adanya pemerintah ini nanti bisa difasilitasi supaya ke depan petani jagung bisa bertambah sejahtera,” kata Suprawoto lagi.

Sementara itu, dalam acara tersebut dihadiri Bupati Magetan Suprawoto, Pemilik wisata Mojosemi Forest Park Arif Mustofa, Hari Gitoyo, Suparlan, Puthut,  Mohyar dan Jamal, selain itu juga dihadiri sedikitnya 100 petani jagung di Kabupaten Magetan.

 

Selain itu tujuan acara tersebut menurut Arif Mustofa menjelaskan bahwa acara ini selain mendatangkan 5 Anggota DPRD dari Dapil I yakni bertujuan supaya ke depan terjadi sinergi antara birokrasi, legistatif dan masyarakat sehingga program-program ke depan yang digulirkan dan dikawal oleh Anggota DPRD bisa bermanfaat oleh masyarakat .

“Dari acara itu kita tadi mengambil bidang pertanian karena mengingat di Magetan yang paling besar adalah pertanian, oleh karena itu kalau kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan  maka sektor pertanian harus jadi perhatian  khusus dari pemerintah dan DPRD,” pungkasnya.

Jurnalis : Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.