SKI News
Tak Tinggal Diam, Pemkab Magetan Upayakan Sumur Untuk Wilayah Kekurangan Air

Ilustrasi
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Upaya Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengatasi kemarau panjang yang mengakibatkan kekurangan air di beberapa wilayah di Kabupaten Magetan telah dilakukan berbagai cara. Selasa(30/07/2019)
Yayuk bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Magetan mengatakan pemerintah Magetan sudah berupaya untuk meminta bantuan kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa sumur bor.
“Tahun 2019 ini pemerintah Magetan sudah mendapatkan bantuan 3 buah sumur bor salah satunya di desa Kuwon sudah dilakukan pengeboran tanggal 3 juli, Desa Temboro lokasi pondok tanggal 4 juli untuk Sumber Agung masih menunggu konfirmasi dari badan Geologi,”ujar yayuk
Dijelaskan pula, ketiga bantuan sumur bor yang dibangun di masing-masing desa memiliki kedalaman yang sama yakni 120 meter,”Di desa Kuwon diperuntukan pengairan pertanian, di desa Temboro berhubung dilingkungan pondok maka digunakan untuk kepentingan pondok dan lingkungan sekitar,”kata Yayuk.
“Sebelumnya, bantuan 3 sumur tersebut sudah diusulkan ke pemerintah pusat sejak tahun 2018 lalu. Soal habisnya anggaran pembuatan per sumur kami belum bisa menjelaskan, selain karena belum selesai pengerjaannya, ketiga sumur tersebut dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat,”terang Yayuk.
Tidak hanya sampai disitu saja, upaya pemerintah Kabupaten Magetan dalam mengatasi kekeringan dimusim kemarau, pada tahun 2019 ini, pihak pemerintah Kabupaten Magetan sudah mengusulkan 7 lokasi ke ESDM diantaranya.
Desa Turi Kecamatan Panekan, Desa Poncol Kecamatan Poncol, Desa Krowe Kecamatan Lembeyan, Desa Mangunrejo Kecamatan Kawedanan, Desa Kiringan Kecamatan Takeran, Desa Trosono Kecamatan Parang dan Desa Pupus Kecamatan Lembeyan.
Besar harapan pemerintah Kabupaten Magetan ke 7 usulan bantuan tersebut bisa diterima semua oleh Badan Geologi,”Yang namanya minta bantuan kita hanya bisa berharap semoga bisa deal semua, karena memang untuk kepentingan masyarakat,” Pungkasnya.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
