Connect with us

SKI News

Sudah Jelas Ada Retakan, Masih Aja Ditunda: Dua Rumah Ludes, Tiga Mobil Ikut Jadi Fosil Dadakan

Published

on

Rumah roboh, semua turun: Polri, TNI, BPBD, dan warga bahu-membahu merapikan puing.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO.  Hujan deras mengguyur kawasan lereng Pulung, Rabu sore (19/11/2025)kembali mengamuk tanpa kompromi.

Tanah sejak siang sudah menunjukkan retakan akhirnya benar-benar ambrol.

Dua rumah warga luluh lantak ditelan material longsor, sementara tiga mobil dan empat motor ikut hilang di bawah gundukan tanah liat.

Tak cukup sampai di situ, jalur penghubung antar desa ikut terkunci total, membuat ratusan warga di 8 RT terisolasi sepanjang malam.

Kamis (20/11/2025) pagi, warga Wagir Kidul bergerak cepat bergotong-royong bersama TNI–Polri untuk menyingkirkan material longsoran menimpa rumah Marjuki dan Jemiran.

Tebing setinggi 12 meter runtuh tanpa ampun, menghantam dua bangunan permanen tersebut hingga rata tanah.

Rumah milik Marjuki bahkan lenyap dari pandangan, tertutup tanah setebal hampir dua meter.

Sementara rumah Jemiran juga tak kalah mengenaskan bagian kamar, ruang tamu hingga ruang keluarga porak-poranda.

Tiga mobil, masing-masing pick-up Cary, Isuzu Panther dan Honda Jazz, masih tertimbun tanpa bisa diselamatkan.

Beruntung, kedua keluarga tak berada di dalam rumah saat kejadian.

Jemiran, pemilik rumah, masih syok saat mengenang momen itu

“Saya di dapur, dengar suara gemuruh. Keluar, rumah sudah kayak gini. Semua hancur. Mobil tiga, motor di dalam juga ikut ketimbun,” tuturnya.

Data pemerintah desa mencatat, longsor tak hanya merusak rumah dan kendaraan, namun juga menutup akses utama Wagir Kidul menuju Desa Banaran.

Praktis, bantuan dari luar desa tak bisa masuk hingga pagi hari.

Nur Wijayanto, Kepala Dusun, mengakui warga sebenarnya sudah melihat adanya retakan sejak sebelum longsor.

“Keluarga sudah mau diplengseng, tapi belum sempat dikerjakan tanah keburu runtuh. Sampai sekarang rumah pak Marjuki belum kelihatan sama sekali,” jelasnya.

Hingga Kamis siang, warga masih harus mengandalkan cangkul, sekop, dan tenaga gotong-royong.

Pemerintah kabupaten melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dijadwalkan mendatangkan satu unit alat berat untuk mempercepat evakuasi material dan membuka kembali jalur desa yang tertutup longsor.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *