Connect with us

SKI News

Sempat Mau Mundur Karena Biaya, Avan Anak Penjual Es Keliling Mengoleksi Ratusan Piala Kembali Semangat Ke ITB

Published

on

suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Avan Ferdiansyah Hilmi, pelajar SMAN 1 Ponorogo, Jawa Timur, yang viral karena mengoleksi ratusan piala lomba akademik sejak kelas 2 sd, sempat berfikir mengundurkan dari niatnya untuk bersekolah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Meski dia sudah diterima melalui jalur prestasi.

Bukannya tanpa alasan, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Eko Yulianto dan Ummi Latifah, warga Kelurahan Mangkujayan, kecamatan Ponorogo, ini sempat bimbang karena biaya hidup di Bandung tinggi.

‘’Antara senang dan sedih. Senangnya diterima di universitas yang saya idam idamkan sepulang dari lomba. Tapi sedihnya kasihan orang tua karena biaya hidup disana besar,’’ kata Avan saat ditemui.

Sebenarnya, Avan sudah mendapat tempat tinggal di mes. Namun keluarga masih kebingungan memikirkan biaya hidup. Apalagi di kota besar seperti Kota Bandung. Sementara kedua orang tua avan sehari hari hanya berjualan es di depan sekolah yang hasil penjualannya habis untuk biaya hidup.

‘’Biayanya besar. UKT per semester saja sekitar 12 juta. Itu uang dari mana. Berat kalau orang tua harus mencari uang sebanyak itu,’’ jelas pelajar yang tinggal di Jalan Bali.

Hal senada juga sempat diutarakan Umi Latifah, ibu kandungnya. Umi sempat berfikir jika lebih baik mengembalikan beasiswa dari ITB karena masih menanggung biaya hidup yang tidak sedikit. ‘’Bagi keluarga kami, itu berat. Selama ini keuntungan dari berjualan es keliling habis untuk biaya hidup,’’ pungkasnya.

Namun niat untuk mundur dari kuliah akhirnya sirna setelah Avan bersama kedua orang tuanya diundang Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko di rumah dinas hari Minggu (13/7). Setelah menyampaikan berbagai kekhawatiran ketika berkuliah, Avan akhirnya mendapat angin segar. Selain mendapat beasiswa, biaya hidup avan juga akan ditanggung pemerintah daerah.

‘’Dia itu Mutiara. Jadi saya mendorong pemerintah untuk memberikan beasiswa meskipun untuk anak kuliah itu bukan ranahnya pemda, tapi saya tetap berusaha agar Avan bisa bersekolah disana dan ditanggung biayanya. Pokoknya dia hanya memikirkan belajar itu saja,’’ pinta bupati.

Bupati juga akan merumuskan berbagai kebijakan untuk mahasiswa asal Ponorogo yang berkuliah di kampus excellent dengan kondisi kurang mampu tapi memiliki kecerdasan diatas rata rata.

‘’Selama ini pemerintah sudah menyediakan tempat tinggal di kabupaten Malang, Surabaya dan beberapa kota besar. Kedepan kita akan cari rumusan untuk beasiswa mahasiswa berprestasi,’’ jelasnya.

Jurnalis:Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *