SKI News
Lomba Cerdas Cermat, Pelajar Ngebul, Unesa Ngatur Laga, Bakesbangpol Magetan Panen Gengsi

Beda sekolah, satu tujuan. Tangan menggenggam, ilmu dan sportivitas menyatukan.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN , Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan belakangan tampaknya hobi bikin pelajar “keringetan dalam ruangan ber-AC”.
Lewat Bakesbangpol dan bekerja sama dengan Kampus 5 Unesa Magetan, Lomba Cerdas Cermat bertema Peningkatan Kesadaran Politik dan Wawasan Kebangsaan digelar Minggu (30/11/2025).
Judulnya serius, suasananya tegang, isinya: adu cepat, adu cerdas, adu napas.
Puluhan sekolah se-kabupaten Magetan meramaikan ajang ini: 14 SMA, 18 SMK, dan 9 MA.
Ruangan berubah jadi “arena debat berwajah polos”para peserta tampil lugu, tapi otak mereka muter secepat kipas angin level tiga.
Di kursi tamu undangan hadir Direktur Kampus 5 Unesa Magetan, Sarmini, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Ponorogo, Magetan, hingga Kemenag Magetan.
Belum cukup tegang? Tenang. Ada 11 juri dari Dindik Jatim, Kemenag, dan Unesa siap melontarkan pertanyaan bahkan orang dewasa pun sering cuma bisa nyengir sambil nyeletuk, “Lho, itu tahun berapa?”
Plt Kepala Bakesbangpol Magetan, Suwito, memastikan acara ini bukan lomba gaya-gayaan, apalagi konten TikTok berkedok pendidikan.
“Ini sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan, demokrasi, dan pendidikan politik. Biar siswa nggak cuma jago scroll, tapi juga kritis, analitis, dan punya sportivitas,” jelas Suwito.
Dari layar monitor, Bupati Magetan Nanik Sumantri hadir memberi sambutan virtual. Tenang, bukan buffering—memang begitu formatnya.
“Lomba ini tidak sekadar menguji wawasan akademik, tetapi juga menumbuhkan sportivitas, daya pikir kritis, dan karakter kompetitif yang sehat,” tegasnya.
Karakter kompetitif sehat itu penting… apalagi kalau keseharian kompetisinya cuma balapan like di Instagram.
Tak mau kalah, Direktur Kampus 5 Unesa, Sarmini, ikut memberikan suntikan motivasi membuat peserta mulai memikirkan masa depan lebih jauh dari sekadar besok makan apa.
“Ini bukan hanya menambah pengetahuan politik, tetapi juga kendaraan menuju jenjang perguruan tinggi, bahkan hingga internasional,”jelasnya.
Dengan adanya lomba ini, harapannya pelajar Magetan tak hanya jago menjawab soal, tapi juga melek politik, bukan melek drama Korea atau biasa disebut Drakor.
Generasi kritis, aktif, punya karakter dan tetap santun meski sedang saling mengungguli.
Magetan bergerak. Pelajarnya mikir. Dan Pemkab berharap: hasilnya tak cuma juara, tapi juga lahirnya tunas bangsa yang tidak mudah “kecele” oleh info receh di dunia maya.
