Connect with us

SKI News

Keberadaan Femas Terdeteksi,Tinggal Deportasi

Published

on

Bupati Madiun Hari Wuryanto

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Keberadaan Femas Yani Arianto (22) warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, keberadaannya sudah terdeteksi. Femas saat berada dilingkungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Korea Selatan (Korsel).

“Kami sempat melakukan kontak dengan KBRI di Seoul, hasilnya sudah terdeteksi,” jelas Bupati Madiun Hari Wuryanto, usai Puncak Peringatan Hari Koperasi Ke-78 di Lapangan Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Minggu (26/7/2026).

Keberadaan bersangkutan, tambahnya, tengah berkumpul dengan rekan-rekan PMI di Korsel, saat ini lagi di proses untuk deportasi.

Menyinggung soal kapan deportasi dilakukan “Saya belum tahu pasti, informasi dari KBRI proses deportasi pihak imigrasi Korsel,” ujarnya.

Soal motif Femas kabur saat Tur Ke Korsel bersama Biro Travel, ia mengatakan dugaan kuat mencari kerja secara illegal atau tidak sah.

Menurutnya kejadian kabur saat tur disayangkan semua pihak, sebab tidak hanya merugikan pihak Biro Travel. Tapi, daerah, imigrasi dan lainnya ikut

Dilaporkan, sebelumnya Femas ikut tur bersama 27 orang lain melalui Biro Travel Berani Backpacker Sidoarjo, berangkat dari Jakarta, 27-Juni-2026 lalu. Malam pertama di Seoul (28/6/2026, memisahkan diri dengan dalih ingin belanja sepatu.

Namun, hingga larut malam dan keesokan hari tak kunjung pulang ke hotel. Bahkan, dikontak tidak kunjung ada balasan hingga kepulangan ke tanah air.

Berdasarkan bisa tur, kunjungan Femas masuk overstay sejak 12 Juli 2026 lalu. Sejumlah PMI sempat melaporkan keberadaan Femas berada di suatu masjid di Seoul.*.

Jurnalis: Agus Basuki.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *