Connect with us

SKI News

Produksi Padi Ngawi Meningkat Saat Masa Pandemi, Namun Kartu Tani di Stop

Published

on

Kepala Dinas Pertanian Ngawi, Marsudi

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Produksi padi Ngawi sepanjang tahun 2020 diklaim Dinas Pertanian Ngawi,Jawa Timur  mengalami surplus atau peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Dalam tiga kali masa panen selama tahun 2020 di lahan sasaran padi seluas 138.000 hektar, masing masing mengalami peningkatan 100% di tanam pertama, 100% masa tanam kedua dan 70% pada masa tanam ketiga, sehingga disebut indeks pertanaman ( IP ) sebesar 2,7%.

“Produksi padi pada tahun 2020 di Ngawi mencapai 777.000 ton gabah kering giling ( 50.000 ha), capaian ini menempatkan Kabupaten Ngawi berada di peringkat 6 nasional, dan peringkat 2 Jawa Timur setelah Lamongan ( 83.000 ha),” kata Kepala Dinas Pertanian Ngawi, Marsudi kepada jurnalis suara umandang. ( 16/01/2021).

Meski dengan capaian dan peringkat yang disemat oleh Ngawi tersebut, bukan berarti tidak ada kendala yang mengiringi, hama pengganggu tanaman, terutama tikus masih menjadi  momok utama.

“Kendala produksi padi 2020 lebih pada hama pengganggu tanaman, namun berkat kerja sama dengan berbagai pihak, kendala itu berhasil ditekan hingga di bawah 5 %, sehingga tidak sempat mengganggu total produksi padi di Ngawi,” terang Matsudi.

Disisi  lain, Kartu Tani yang berfungsi untuk memfasilitasi bantuan kepada petani termasuk untuk penyaluran pupuk bersubsidi yang melalui bank BNI, saat ini dihentikan karena akibat pandemi COVID 19. Sehingga, subsidi pupuk 2021 akan dilakukan secara manual seperti tahun tahun sebelumnya.

“Karena pandemi COVID-19 untuk sementara pembagian kartu tani dipending, sehingga untuk penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2021 ini dilakukan secara manual sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” kata Marsudi tanpa menjelaskan lebih jauh hubungan pandemi dan penyaluran kartu tani serta teknis secara manualn yang dimaksud.

Jurnalis:  Ahmad Hakimi.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.