SKI News
Panen Jagung di Magetan hasilnya Tak Maksimal

Keluarga Karmin sedang melakukan pelepasan biji jagung di depan rumahnya di desa Kediren, kecamatan Lembeyan
Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Tak semuanya petani jagung Magetan mengalami nasib serupa. Seperti Karmin warga desa Diren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meski hasil panen jagung yang dihasilkan terbilang cukup, namun dia tetap merasakan panen tahun ini masih kurang dan tidak sesuai dengan target.
“Mestinya saya bisa menghasilkan panen jagung seberat 1 ton 2 kwintal. Tapi panen tahun ini saya hanya mendapat 1 ton dari luas tanah saya satu kotak atau 140 RU,”ujar Karmin pemilik jagung.
Dia juga mengatakan meski tak maksimal tapi sudah lumayan baik ketimbang tahun lalu. Tahun lalu satu kotak Karmin hanya mengahsilkan sekitar 8 kwintal jagung jauh dari dari target.
“Tahun lalu jagungnya banyak yang rusak mas, banyak yang putih dan hanya dapat 8 kwintal dan itu jagungnya jelek,”kata Karmin kepada suara kumandang.Kamis,(20/09/2018).
Hingga sampai saat ini petani jagung di desa Kediren kecamatan Lembeyan masih dihantui dengan hama ulat. Menurut Karmin musuh utama petani jagung adalah ulat.”Kalau ada ulat tentunya hasilnya tidak maksimal, jagungnya banyak yang putih dan hasil panennya tidak sesuai dengan target,”terang Karmin.
Dari sekian petani jagung di kecamatan Lembeyan kabupaten Magetan juga merasakan demikian, jika musuh utama dalam mengelola jagung adalah ulat.
Meski hasil panen ini sudah cukup lumayan akan tetapi sejumlah petani jagung di kecamatan Lembeyan berharap kepada pihak terkait untuk memperdulikan keberadaan hama ulat yang hingga sampai saat ini masih sulit dihilangkan.
Sementara itu, Karmin mengaku jika hasil panennya akan dijual ketempat peternak ayam yang digunakan pakan dan sebagian juga di jual dipabrik untuk bahan telepung. Cahyo.

agus
September 21, 2018 at 12:20 am
Harga jagung mahal..4500 per kilo