Ternyata Jalur Merah Cemorosewu-Sarangan Sudah Banyak Makan Korban

Ipda Ahkmad Suriyani SH kanit lantas Polsek Plaosan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Ipda Ahkmad Suriyani SH Kanit Lantas  Polsek Plaosan mengatakan tahun 2017 dan 2018 sudah ada 10 kasus kecelakaan di satu titik lokasi yang sama yakni pada jalur sarangan -cemoro sewu tepatnya diatas wahana wisata Mojosemi Forest park.

“Selama tahun 2017 sampai tahun 2018 jumlah kecelakaan dititik yang sama yaitu di tingkungan terletak diatas taman wisata mojosemi forest Park sudah berjumlah 10 kasus kecelakaan,”ujar Ahkmad saat melakukan pengecekan dilokasi kecelakaan.

Dijalaskan pula, dalam kasus kecelakaan di satu lokasi ini dari sepuluh kasus satu meninggal dunia.Sementara korban lain mengalami luka ringan dan berat.

Dari sekian pengendara roda dua maupun roda empat yang mengalami kecelakaan dilokasi tersebut menurut Ahkmad banyak faktor.”Mereka yang kecelakaan disini kebanyakan pertama tidak menguasai medan, tikungan tajam, belum lagi jika musim hujan cuaca disini kabut,”terang Ahkmad kepada suara kumandang.

“Selain itu, faktor seringnya terjadi kecelakaan karena minimnya rambu-rambu lalu lintas. Dan yang terpenting adalah badril atau sabuk pembatas pada sisi pinggir jalan,”paparnya.

Dikatakan, dulu sudah dipasang badril atau sabuk pengaman pada sisi ruas jalan , namun diketahui sebelumnya badril tersebut hilang setelah rusak akibat ditabrak oleh kendaraan roda empat.”Nah, ini yang menjadi pertanyaan saya, badril sepanjang kurang lebih 25 meter sekarang hilang,siapa yang mengambil saya yang tidak tahu,”jujur Ahkmad.

“Kami juga berharap kepada pihak-pihak terkait untuk segera dipasang Badril kembali dan rambu rambu lalulintas jika tidak ingin terjadi kecelakaan yang lebih fatal,”ucapnya.

Ditegaskan, bahwa pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan badril sifatnya segera. Menurutnya, ruas jalan propinsi ini merupakan jalur utama untuk menghubungkan propinsi jawa timur dengan jawa tengah. Selain itu jalur ini termasuk jalur wisata antar propinsi.

Sementara itu, selama ini untuk menekan angka kecelakaan di jalur Sarangan dan Cemorosewu setiap hari petugas Sat lantas polsek Plaosan mengadakan patroli .”Setiap hari setiap saat kami dan setiap waktu  selalu melakukan patroli di jalur yang mempunyai panjang 6 Km. Kami patrol mulai dari pos 90 Plaosan sampai Cemorosewu perbatasan jawa timur dan jawa tengah,”kata Ahmad

Karena sifatnya segera dan terlalu lama untuk menunggu anggaran tahun depan 2019, maka pihak polisi akan berupaya swadaya sendiri merangkai ban bekas dan nanti kita atur sepanjang jalan tersebut .

Nah untuk ban sendiri nanti akan diletakan dipinggir ruas jalan dengan posisi berdiri dikaitan dengan besi besar yang dipatok ditanah.”Ini dilakukan dengan harapan akan menekan angka kecelakaan pada jalur ini.

Sarwono salah satu penegmudi pick up yang setiap hari melalui jalan tersebut mengaku minimnya rambu-rambu lalu lintas.”Ya mas jalur sini sangat minim dengan rambu rambu lalulintas, apalagi banyak badril yang rusak dan hilang,”katanya usai dari Malang Jawa Timur.

“Saya sering lewat jalur sini, saya dari Malang mengambil sayur gubis untuk diantar di Karanganyar, Jawa Tengah,”ucapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian Magetan menekan untuk segera jalur merah tersebut dengan segera dipasang rambu lalu lintas dan badril guna menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalur cemorosewu dan sarangan.Cahyo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.