Connect with us

SKI News

Modal 2 G-Nose SMK 2 PGRI Ponorogo Siap Sekolah Tatap Muka

Published

on

Proses belajar mengajar sedang berlangsung dengan memathui protokol kesehatan.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Setelah hampir satu tahun melakukan sekolah daring atau online dari rumab akibat pandemi COVID-19. Salah satu sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur sudah mulai mengadakan sekolah tatap muka di sekolahan. Tidak lupa dengan menerapkan protokol kesehatan. Senin (22/03/2021)

SMK 2 PGRI Ponorogo, senin pagi sudah melakukan sekolah tatap muka perdana. Namun dalam pelaksanaanya sekolah tatap muka ini hanya diikuti 50% dari siswa seharusnya. Pihak SMK 2 PGRI juga mendatangkan G-Nose atau alat pendeteksi COVID-19 dari hembusan nafas. 

Syamhudi Arifin Kepala SMK 2 PGRI menjelaskan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka ini sudah diberi ijin oleh pihak yang berwenang. ” Hari ini kami diijinkan sekolah tatap muka 50 persen. Pastinya ini sudah ditunggu-tunggu oleh siswa dan wali murid setelah sekian lama daring. Namun semua pelaksanaannya kami menerapkap prokes secara ketat,”jelas Syamhudi.

” Kami juga tidak berani jika belum ada G-nose. Kalau tidak ada G-Nose pasti kesulitan dan kami tidak mau main-main sama COVID-19,” ungkapnya.

Masih kata Syamhudi, kegiatan sekolah tatap muka perdana ini, seluruh siswa langsung melaksanakan ujian akhir semester. Dalam pelaksanaanya sebelum masuk sekolah 800 siswa yang terbagi menjadi 3 shift, sebelumnya sudah menjalani tes G-Nose di sekolah. Setelah keluar hasil negatif, baru siswa diperbolehkan masuk ruang kelas untuk mengikuti ujian akhir semester.

” Kami sangat ketat menerapkan prokes dalam sekolah tatap muka ini. Yakni screening, melewati bilik disinfektan, memakai masker serta membawa hand sanitizer,” tutur Syamhudi.

Lanjutnya, dalam satu shift ujian terdapat 260 siswa masuk sekolah selama 2 jam, dan terus berulang dari shift 1 sampai shift 3. Pihak sekolah pun berani melaksanakan sekolah tatap muka setelah  melaunching 2 alat G-Nose yang dibeli dari UGM.

“Semua pelaksanaan sudah diperhitungkan karena kami juga nggak berani coba coba terhadap COVID-19. Tahu sendiri negara juga mengeluarkan aturan aturan yang sangat ketat, sehingga kami tidak berani coba coba masukan anak didik kami,” pungkasnya.

Jurnalis: Nuvreilla.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.
error: Jangan Di Copy ya!!