SKI News
Rumah Janda di Ponorogo Ambruk, Penghuni Selamat Meski Nyaris Tertimpa; Aktivitas Tambang Jadi Sorotan

Petugas meninjau kerusakan rumah yang ambruk di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Akibat peristiwa tersebut, pemilik rumah terpaksa mengungsi karena bangunan sudah tidak layak ditempati.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Sebuah rumah milik Kademi (65), seorang janda lanjut usia di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, ambruk hingga nyaris rata dengan tanah pada Minggu (2/8/2026) malam.
Korban yang saat itu berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri dan lolos dari timpa reruntuhan bangunan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sebagian besar bangunan berukuran sekitar 6 x 10 meter itu hancur.
Ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, hingga dapur roboh, sementara perabotan rumah tangga ikut rusak tertimbun material bangunan.
Petugas kepolisian bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah pada Senin (3/8/2026). Akibat kejadian tersebut,
Kademi mengalami syok dan untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat karena rumahnya tidak lagi layak dihuni.
Kademi mengaku sempat mendengar suara retakan sebelum bangunan ambruk. Saat kejadian, ia sedang duduk seorang diri di dalam rumah.
“Saya duduk di tengah rumah. Tiba-tiba terdengar suara ‘kretek-kretek’, bangunannya bergoyang, lalu roboh. Untung saya sempat keluar sehingga tidak tertimpa,” tuturnya.
Warga sekitar menduga ambruknya rumah berkaitan dengan getaran yang dirasakan selama aktivitas penambangan di sekitar lokasi dalam beberapa waktu terakhir. Menurut mereka, setiap alat berat beroperasi, getaran cukup terasa hingga ke permukiman.
“Saat rumah roboh tidak ada angin maupun hujan. Memang belakangan kalau alat berat bekerja, getarannya terasa cukup kuat,” ujar Misradi, warga setempat.
Meski demikian, Kepala Desa Nglewan, Suwandi, belum ingin menyimpulkan penyebab pasti ambruknya rumah tersebut.
Ia mengatakan lokasi penambangan memang berada sekitar 20 hingga 30 meter dari rumah korban, namun penyebab kejadian masih perlu dipastikan.
“Dugaan masyarakat memang mengarah ke aktivitas tambang karena lokasinya cukup dekat. Tetapi apakah benar menjadi penyebab atau ada faktor lain, kami belum bisa memastikan,” katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti robohnya bangunan.
Dugaan keterkaitan dengan aktivitas penambangan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.*..
Jurnalis: Priyam.
