SKI News
Tragis! Ibu di Ngawi Tewas Bersimbah Darah di Kandang Sapi, Diduga Dipukul Anak Kandung

Polisi bersama Tim Inafis Polres Ngawi mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian di kandang sapi, Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kamis (6/8/2026). Korban diduga tewas akibat penganiayaan menggunakan benda tumpul. Jenazah dibawa ke kamar jenazah untuk menjalani visum, sementara polisi masih mendalami penyebab dan kronologi kejadian.
Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Peristiwa tragis mengguncang Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (6/8/2026).
Seorang ibu bernama Karti (50) ditemukan tewas di dalam kandang sapi setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.
Korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul yang diduga berupa bambu dan kayu.
Polisi menduga pelaku adalah Dini (35), anak perempuan korban, yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kepala Dusun Pudak, Santoso, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Suparno, yang baru pulang dari sawah sekitar pukul 08.30 WIB.
Saat tiba di kandang sapi, Suparno mendapati istrinya sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.
“Dugaan sementara, korban dipukul menggunakan benda tumpul hingga mengalami luka serius di bagian kepala. Pelaku diduga anak kandung korban yang selama ini mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Santoso.
Mendapat laporan dari warga, Satreskrim Polres Ngawi bersama Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban meninggal akibat luka berat di bagian kepala karena benturan benda tumpul.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk empat senjata tajam yang ditemukan di lokasi kejadian dan di rumah korban untuk kepentingan penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah untuk menjalani visum, sementara terduga pelaku dibawa ke Klinik Kejiwaan RSUD dr. Soeroto Ngawi guna mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan kondisi kejiwaannya.
Polisi masih terus mendalami kronologi dan motif peristiwa tersebut sambil menunggu hasil visum serta pemeriksaan kejiwaan terhadap terduga pelaku.**
Jurnalis: Ahmad Hakimin.
