Connect with us

SKI PolHuKam

Magetan Zona Merah Covid 19, Beginilah Nasib Pedagang Emas Kaki Lima

Published

on

Suwandi sambil menunggu pelanggan di kawasan kecamatan Magetan jalan Yos Sudarso

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Seorang pria hampir paruh baya sedang duduk termenung hanya berteman kotak kosong terbuat dari kayu dan kaca yang setiap hari dijadikan transaksi jual beli emas.

Pandangan kosong menatap jalan Yos Sudarso di kecamatan Magetan yang mulai  jarang lalu lalang kendaraan lewat.

Sesekali menatap ruas jalan Yos Sudarso. Udara panas siang itu tak menyurutkan niatnya untuk berjualan emas di pinggir jalan, meski demikian tak ada rasa takut meski pemerintah sudah menyatakan bahwa Magetan darurat covid 19. Apalagi kawasan untuk mangkal warga Bangsri kecamatan Ngariboyo Magetan merupakan Zona merah virus corona.

Dibalik kotak ukuran 30 cm kali 50 cm ini dibawa terdapat peralatan timbangan emas, air raksa, batu, kalkulator dan kacamata. Pagi hingga sore tak tersentuh karena tidak ada yang transaksi jual beli emas.

Sebelum virus corona atau covid19 melanda Kabupaten Magetan setiap hari bapak dua anak ini mampu tranksaksi  emas 2 sampai 3 kali. Jika diuangkan pria 47 tahun ini mampu menghasilkan uang perhari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu.

“Dulu setiap hari rata-rata saya mampu transaksi 2 sampai 3 kali, tapi sekarang “blas” (sepi-red), ini  4 sampai 5 hari hanya transaksi satu kali saja, itupun hasilnya kecil,”ujar Suwandi warga Bangsri kecamatan Ngariboyo Magetan.

“Piye neh mas, seminggu hanya mampu dapat uang Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu saja, “jelas Suwandi. Selasa, (01/04/2020).

Menurutnya, tidak ada yang jual emas atau beli karena warga takut apalagi orang desa adanya virus corona atau covid 19 tidak berani keluar rumah.

Lanjutnya, kebanyakan yang jual emas seperti ating-anting separuh atau kalung putus itu dari orang desa.

“Orang desa itukan kebanyakan orang awam, karena himbuan dari pemerintah tidak boleh keluar  jadi mereka pada takut untuk keluar rumah,”paparnya.

Saat disinggung apakah sudah mendapat perhatian dari pihak pemerintah daerah  hasi usaha yang selama ini mengalami sepi karena kebijakan pemerintah kabupaten Magetan dalam memerangi virus corona dia hanya diam dengan senyum kecil.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.