SKI News
Luapan Air Bendungan Bendo, 150 Makam Dipindahkan

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Sejumlah Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memindahkan makam leluhur mereka. Pasalnya makam terancam tenggelam akibat pengisian air Bendungan Bendo.
Menurut salah satu warga mereka nekat memindahan makam leluhur yang sudah dimakamkan karena khawatir makam leluhur mereka akan hliang terendam air Bendungan Bendo.
Diketahui sejak diresmikan Presiden Joko Widodo bulan September 2021 lalu air Bendungan Bendo mulai meluber hingga nyaris menenggelamkan makam yang sudah difungsikan sejak zaman penjajahan Belanda.
“Ini kehendak masyarakat yang memiliki ahli waris di sini takut kalau tenggelam jadi dipindah bersama ke makam Puthuk Baru,” ujar Jumari warga juga sebagai ahli waris.
Sementara itu, dalam proses pemindahan makam melibatkan perangkat desa (modin-red). Sebelum dipindah makam didoakan oleh Modin dan selanjutnya sebagian tanah makam dipindahkan di kain kafan dan diikat layaknya jenazah.
Selain itu, batu nisan juga turut dibawa ahli waris untuk dipindahkan ke makam desa yakni makam puthuk baru.
Nur Kholis, Modin menjelaskan bahwa proses pemindahan makam yang dilakukan warga maupun anak keturunan jenazah sudah sejak tiga hari yang lalu.
“Sedikitnya ada 150 makam dipindahkan dan jumlah tersebut masih terus bertambah karena masih banyak makam yang belum dipindahkan,” jelasnya.
Dijelaskan pula, pemindahan makam karena airnya sudah dekat dengan makam. “Nanti kalau tidak dipindah makamnya tenggelam dan warga ramai-ramai memindah makam. Dan mereka memindah makam Ngebak ke Makam Puthuk,” terang Nur.
Kepala Ngadirojo membenarkan jika warganya sejak beberapa hari lalu memindahkan makam leluhur ke makam desa dan disebabkan karena makam Ngeblak bakal terendam air Bendungan Bendo. “Ini atas kesadaran masyarakat untuk memindah secara swadaya,” ucapnya.
Sementara pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam waktu dekat akan menemui ahli waris untuk memberikan ganti rugi, sebab dalam waktu dekat, makam memang akan terendam air Bendungan Bendo.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
