Lagi-Lagi Magetan Kembali dilanda Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Sudah menjadi tradisi bagi warga Desa Trosono, kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Setiap awal memasuki musim kemarau sudah dipastikan disibukan dengan kekurangan air bersih.

Bahkan peristiwa kekeringan ini sudah tidak asing lagi ditelinga. Dari tahun  ketahun warga disibukan untuk mendapatkan air bersih harus mencari ke sungai, bahkan untuk mendapatkan air tersebut mereka harus rela berjalan hingga kurang lebih ada 2 kilometer.

Sesuai pantuan jurnalis suara kumandang selama bertahun tahun kasus kekeringan di desa setempat bukan kali pertama terjadi. Bahkan dari pemerintah kabupaten Magetan sendiri hanya sebatas memberi solusi  dengan droping air.

Memasuki kemarau tahun 2019 ini sudah 3 bulan warga desa Trosono terpaksa mengkonsumsi air sungai yang sangat keruh.

Meski demikian  kondisi air yang sangat keruh untuk kebutuhan mandi, air minum dan memasak mereka  rela harus antri,  sebab, resepan air sungai  kondisi airnya mengalir tidak deras.

Murti warga setempat mengaku untuk mendapatkan air untuk kebutuhan rumah pagi-pagi harus segeran pergi untuk mengantri.

“Pagi pagi harus bangun antri di sini, kalau nggak pagi ya sore atau siangnya. Kami sangat sedih karena air yang didapat sebenarnya tak layak untuk mandi, minum dan masak,”ujar Murti kepada jurnalis suara kumandang.Selasa,(18/06/2019).

Murti dan teman-temannya sebenarnya mengaku khawatir dengan kondisi air tersebut, karena kondisi air sangat tidak layak.”La mau bagimana lagi mas, dan kami harus kemana lagi,”paparnya.

Senada yang dikatakan, Suryati mengaku meski tidak jernih ya tetap antri mas. “kebutuhan air kalau saya yang terutama untuk mandi bayi saya,”kata Suryati.

Lani perangkat desa setempat mengaku sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Hampir setiap tahun desa Trosono pasti terjadi peristiwa kekeringan air.

“Kalau sudah memasuki kemarau warga sini itu hampir setiap hari mencari air disungai. Kadang ada yang berangkat pagi-pagi ada juga yang mencari air dimalam hari, nggak mestilah mas, kalau pagi itu ada warga subuh-subuh sudah berangkat,”kata Lani.

“Bahkan kalau tidak kumanan (kebagian ) air  warga ada yang antri sampai malam hari. Itu dilakukan setiap hari. Belum lagi warga kalau mencari air di sungai jalannya naik turun karena untuk menuju lokasi.”terang Lani.

Sementara itu, menurut Lani mengaku kalau warga desa Trosono hingga sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan air bersih yang sifatnya permanen. “sampai saat ini pemerintah hanya mampu droping  air saja, belum ada solusi untuk memberi bantuan yang sifatnya permanen,”pungkasnya.

Jurnalis: Ratno Utomo.

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.