SKI News
Kebakaran Gunung Lawu Lahap 9 Hektare, 60 Personel Bergerak

Tim gabungan menggelar rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan Gunung Lawu, membahas hasil pemantauan serta langkah antisipasi munculnya kembali titik api.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu, perbatasan Kabupaten Magetan dan Ngawi, menghanguskan sekitar 9 hektare lahan. Hingga Jumat (18/9/2026), hasil pemantauan tim gabungan tidak menemukan titik api.
Kebakaran terjadi Senin (14/9/2026) sekitar pukul 07.58 WIB. Lokasi berada di kawasan perbatasan Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Magetan, area terdampak masuk Petak 50E1, 50A1, dan 50A2. Laporan awal diterima Call Center BPBD Magetan pukul 09.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penanganan melibatkan 60 personel dari BPBD, TNI, Polri, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, Kecamatan Panekan, RAPI, Desa Ngiliran, KSB, Tagana, LMDH Ngiliran, PWM, serta Pordam Jatim.
Pemantauan titik api dilakukan menggunakan drone. Lima personel Cabang Dinas Kehutanan bergerak menuju Watugede pada pukul 09.00 WIB. Pemantauan dimulai sekitar pukul 09.40 WIB dari wilayah Watugede menuju Gunung Anak.
Hasil pemantauan drone tidak menemukan titik api di kawasan perbatasan Magetan-Ngawi. Kabut kemudian menghambat pemantauan lanjutan.
Di sisi lain, tim gabungan Posko Karhutla Kabupaten Ngawi mengerahkan lebih dari 200 personel. Mereka dibagi menjadi tiga tim untuk membuat ilaran mulai Campurejo hingga Ukir Bayi.
Pantauan pada sejumlah petak juga menunjukkan kondisi relatif aman. Petak 51A, 56A, dan 51B sisi bawah dilaporkan clear atau tidak terdapat titik api.
BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan kawasan Lawu sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Eka Radityo mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terakhir, tidak ditemukan titik api di kawasan terdampak kebakaran.
“Pemantauan terus dilakukan bersama tim gabungan. Hasil pemantauan terakhir tidak ditemukan titik api,” kata Eka Radityo.
Ia menambahkan, personel gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat kondisi kawasan Gunung Lawu masih berpotensi terjadi kebakaran hutan.**
Jurnalis: Tim Redaksi
