Connect with us

SKI News

Ipong Perintahkan Kades Sediakan Tempat Isolasi Dan Masker Gratis

Published

on

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terus berupaya untuk memerangi covid 19 atau virus corona. Setelah dinyatakan terdapat pasien positif Covid 19 Kabupaten Ponorogo tanggap darurat covid 19 sejak Senin, (06/04/2020).

Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo menyatakan bahwa terdpat 3 orang dinyatakan positif covid 19 memerintahkan seluruh kepala desa (Kades) se-Kabupaten Ponorogo untuk menganggarkan untuk membeli masker dan menyediakan tempat isolasi. “Hari ini saya kasih intruksi  kepada seluruh kepala desa agar menyedikan anggaran untuk membeli masker.  Dan masker itu saya minta  untuk dibagikan warganya  yang berusia 15 tahun keatas, masing-masing dua masker,” ujar Bupati Ponorogo dalam jumpa pers di rumah dinas. Senin, (06/04/2020).

“Tapi masker yang saya minta kalau bisa bukan yang sekali pakai, tapi yang terbuat dari kain, supaya bisa dicuci, ”kata ipong sambil menunjukkan masker yang dikenakan.

Lanjutnya, Kalau begini seperti masker yang saya pakai 4 jam harus diganti. “Tapi kalau kain sore bisa dicuci besoknya bisa dipakai lagi,”jelasnya.

Sedangkan tempat isolasi pemerintah kabupaten Ponorogo akan menyediakan beberapa pilihan. Pertama isolasi mandiri, kedua isolasi tempat yang disediakan oleh pemerintah desa. “Isolasi mandiri yakni isolasi dilakukan di rumah selama 14 hari, tetapi apabila “Mohon Maaf” rumahnya tidak memungkinkan, katakanlah rumahnya kecil sementara anggotanya banyak maka saya perintahkan seluruh desa untuk menyiapkan ruang isolasi umum,”paparnya.

Masih kata Ipong, mereka (pemerintah desa-red) bisa menggunakan rumah kosong atau bisa mengunakan balai desa untuk isolasi warganya yang baru pulang mudik. ”Perintah saya paling tidak setiap desa ada ruang lima isolasi,”terang Ipong.

“Bila tempat isolasi tidak cukup, maka saya  sudah minta ke dinas pendidikan sesuai arahan Gubernur untuk menyiapkan gedung-gedung SD, SMP dan SMA/SMK  sebagai tempat isolasi, namun ini semua sebagai cadangan isolasi umum,”jelas Ipong lagi.

Bagi warga yang mudik ke kampung halaman terkait dengan biaya hidup selama isolasi ditangung oleh pemerintah. “Kecuali yang melakukan isolasi mandiri biaya hidup ditanggung sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ipong menghimbau kepada perantau asal Ponorogo yang berada disejumlah kota besar di Indonesia diminta jangan mudik dulu. “Kalau bisa jangan mudik lah, ekspersikan rasa cinta, rindu dan kangen dengan cara lain. Saya rasa dengan tidak mudik itu menunjukan rasa cinta dan sayang kepada keluarga,” pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.