Connect with us

SKI News

Pulangkan Puluhan Ribu Santri Al Fatah Temboro

Published

on

Suprawoto Bupati Magetan

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Dalam pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur  Forkompinda, Kemenag dan pihak Pondok Pesantren Al Madina Temboro, disepakati pemulangan puluhan ribu santri. Puluhan ribuan santri berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan 12 negara lain, teknis pemulangan dilakukan secara bergelombang.

“Hasilnya, berdasarkan kesepakatan para santri dipulangkan lebih awal, jika sebelumnya pada 10 Ramadhan menjadi sebelum 1 Ramadhan (24 April 2020) pemulangan sudah selesai. Pihak ponpes siap mengikuti arahan dari pemerintah dan memulangkan para santri dengan armada dari pondok,” jelas Bupati Magetan Suprawoto, kepada jurnalis suara kumandang,  Minggu (5/4/2020).

 Lalu, tambahnya, pihak pondok menjamin para santri sampai rumah masing-masing, data diserahkan jumlah santri sebanyak 22.467 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan 12 negara. Sebelum dipulangkan, Dinkes melakukan pemeriksaan , hasilnya diberikan kepada pondok disertai kelengkapan dokumen.

Menurutnya  jka tidak ingin ada masalah di daerah, jangan ada santri terlewatkan atau tidak mendapat catatan hasil pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan ada santri sakit, hendaknya diberikan pengobatan atau dirawat dulu, setelah sehat baru bisa dipulangkan.

Teknis pemulangan secara bertahap, pihak pondok menyediakan armada sampai ke titik asal, begitu juga wali santri menjemput disampaikan oleh Pemkab Magetan dan aparat terkait. “Jadi wali santri tidak boleh menjemput ke pondok, santri dipulangkan terlebih dulu asal Kabupaten Magetan dan sekitar,” ujar Suprawoto lagi.

 Selanjutnya, dapat dijangkau kendaraan darat, bagi santri asal luar Pulau Jawa dan luar negeri hendaknya tiket perjalanan dipastikan. Pemkab Magetan dan aparat keamanan mendapatkan daftar nama, rombongan kendaraan siapa dan tujuan kemana.

Untuk memudahkan koordinasi dan pengaturan serta penerimaan kepulangan para santri, pihak pondok membuka akses petugas kesehatan (puskesmas setempat) mengecek kesehatan para santri. “Kami juga meminta para santri setiba ditujuan melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Basuki.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.