Ini Permintaan Suprawoto Ke BPBD Terkait Wisatawan Yang Tewas Tenggelam di Telaga Sarangan

Suprawoto Bupati Magetan saat memberi sambutan dalam acara Halal Bi halal di PMI Magetan Jumat,(14/06/2019).

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Kasus meninggalnya seorang wisatawan asal Madiun, Jawa Timur yang tenggelam di telaga Sarangan bukan kali pertama terjadi. Sesuai data peliputan jurnalis suara kumandang sudah ada  3 wisatawan meninggal kecebur ke telaga Sarangan terhitung sejak tahun 2013 lalu.

Saking seringnya memakan korban pihak pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur mendapat sorotan publik terkait dengan system kinerja  keamanan yang berada dikawasan telaga Sarangan.

Bahkan banyak masyarakat menilai pemerintah kabupaten Magetan terlena, padahal jauh hari sebelumnya sudah ada usulan untuk diberi pos pengaman di pinggir telaga Sarangan, namun hingga kini belum terealisasikan.

Masyarakat dan para wisatawan berharap kepada pemerintah kabupaten Magetan untuk memperhatikan tempat wisata telaga Sarangan yang sudah menjadi andalan pemerintah daerah setempat.

Bupati Magetan Suprawoto mengaku sangat prihatin dengan kejadian kemarin yang menimpa wisatawan asal Madiun Kota, mestinya hal tersebut tidak perlu terjadi.

Dalam sambutannya  diacara Halal Bialal dan Silaturohmi keluarga besar Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pendonor Darah bupati Magetan Suprawoto memerintahkan kepada Ari kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan untuk segera menempatkan orang menjaga wisata telaga Sarangan.

“Kebetulan disini juga hadir pak Ari, kepala BPBD Magetan. Pak Ari tadi saya sudah ngobrol dengan  pihak pariwisata, tolong di lokasi sekitar wisata Sarangan untuk di tempatkan orang menjaga wisata telaga Sarangan,”ujar Suprawoto dalam sambutanya.

Lanjutnya, tapi tolong dalam penempatan orang atau penjaga telaga Sarangan usahakan warga Sarangan.”Usahakan orang atau warga Sarangan dan kalau bisa diangkat menjadi anggota BPBD atau Rescue atau apalah, yang jelas disana tolong ditempatkan petugas untuk menjaga telaga Sarangan,”papar Suprawoto.

Namun saat bupati memberi sambutan terkait permintaanya untuk memberi petugas keamanan di telaga Sarangan tiba-tiba dari salah satu tamu undangan menyahut”Sudah ada”. lanjut Suprawoto, apa sudah ada, tanya balik Suprawoto kepada tamu tersebut.

Suprawoto langsung meneruskan sambutanya, “Apalagi sudah ada disana, mestinya tidak perlu terjadi seperti kemarin, baru berapa jam terselamatkan, itu sangat disayangkan,”kecewa Suprawoto saat  memberi sambutan dihadapan tamu Halal Bialal di ruang alua PMI cabang Magetan.

” Harusnya ada papan nama petugas yang memantau atau mengawasi wisatawan disertai nomor telepon yang selalu aktif dan harus ada perlengkapan yang memadai untuk petugas, dengan kejadian seperti itu saya berharap jangan sampai terulang kembali,”mintanya kepada BPBD.

Dalam acara halal bialal, dihadiri Sekda Magetan, Kepala BPBD Magetan, Direktur Rumah Sakit Sayidiman Magetan ,ketua PMI Cabang Kabupaten Magetan  serta tamu undangan lainnya.

Sesuai data peliputan suara kumandang korban meninggal tenggelam di telaga Sarangan sudah tercatat 4 orang. Kasus pertama pada hari selasa, (01/10/2013) 2 orang meninggal  dunia dan Minggu (05/07/2015) 1 orang meninggal dunia. Kedua kasus tersebut awalnya masing-masing korban bertujuan untuk wisata mancing di telaga Sarangan.

Sedangkan data terakhir yakni hari Kamis,(13/06/2019), satu orang meninggal dunia setelah terpeleset dan tercebur di Telaga Pasir Sarangan dengan tujuan berlibur bersama keluarga.

Bupati Magetan berharap kepada BPDB Kabupaten Magetan untuk mefungsikan kembal i secara maksimal anggota BPBD di telaga Sarangan. Mengingat wisata telaga Sarangan merupakan aikon Magetan yang harus dijaga bersama.”Dan semoga dari kejadian –kejadian sebelumnya ada hikmahnya , untuk itu saya sebagai Public Relations harus memberikan pelayanan yang maksimal. Karena tugas kita adalah melayani,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Panji k berkata:

    Itu kan bukan bencana, tapi kecelakaan. Mestinya bukan tugas bpbd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.