Connect with us

SKI News

Gropyokan Tikus, Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Pagi itu puluhan petani desa Banjaransari Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi, Jawa Timur siap gropyok tikus secara serentak.

Ada yang membawa selang plastik, sabit, kayu bambu, untuk memburu  tikus yang merusak hasil panennya.

Takut kelihatan jejak puluhan petani fokus pada lubang yang sudah disiapkan jebakan. Saat air dimasukkan pada liang lubang tempat persembunyian tikus,  puluhan petani dengan posisi “Siap” ditempatnya  masing-masing.

“Teknik untuk memancing tikus itu supaya keluar dari lubangnya kita gunakan cara air dimasukkan ke lubang, terkadang juga dengan metode pengasapan,” kata Agus Widodo kepala Desa (Kades) Banjaransari.

Kades ini juga menjelaskan bahwa Gropyokan Tikus ini sudah menjadi tradisi warga desa sejak dahulu.

Alasan Agus mengambil cara gropyokan karena menurutnya, sebagai upaya meneruskan tradisi kearifan lokal yang minim resiko terhadap manusia dan lingkungan.

“Untuk kegiatan gropyokan kita anggarkan 18 juta Rupiah per tahun dari dana desa,” jelas Agus.Kamis, (25/04/2021) lalu.

Dijelaskan, Tahap pertama 6 juta Rupiah dibagikan kepada 6 kelompok tani diantaranya kelompok tani Tani Rejeki, Tani Mukti, Tani Makmur, Ngudi Mulyo, Sri Makmur, dan Ngudi Makmur.

“Untuk selanjutnya Gropyokan Tikus massal serta serentak dilakukan di empat dusun, yaitu dusun Banjaran 1, dusun Banjaran 2, dusun Brangkal dan dusun Barahan,” jelasnya.

Sementara itu, Gropyokan tikus dibantu oleh perangkat, BPD, Babinsa serta Babinkamtibmas. Dengan Gropyokan Tikus diharapkan hasil pertanian padi lebih meningkat dan petani terhindar dari ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus.

Jurnalis: Ahmad Hakimi.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.
error: Jangan Di Copy ya!!