SKI News
Cegah Laka Lantas, Bus Dicek–Sopir Dites: Keselamatan Tak Bisa Cuma Janji Operasi

Petugas gabungan dari Polres Magetan dan Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kelayakan armada bus di Terminal Maospati. Pemeriksaan meliputi kondisi kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan sopir, sebagai langkah preventif menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memastikan keselamatan penumpang.
Suarakumandang.com. BERITA MAGETAN. Keselamatan penumpang angkutan umum tak seharusnya terus diserahkan pada doa, spanduk imbauan, atau slogan musiman. Jalan raya butuh tindakan, bukan sekadar janji.
Itu ditegaskan Polres Magetan dengan turun langsung menggelar ramp check bus dan tes urine pengemudi di Terminal Maospati, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026, melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta Dokkes Polres Magetan.
Pesannya lugas: bus mengangkut nyawa manusia tak boleh cuma “masih bisa jalan”, tapi harus benar-benar laik jalan.
Satu per satu armada bus disisir. SIM dan STNK dicek, kondisi rem, lampu, ban, klakson, wiper, hingga perlengkapan keselamatan tak luput dari pengawasan. Pemeriksaan ini bukan tanpa alasan.
Terlalu sering kecelakaan terjadi bukan karena takdir, melainkan karena kendaraan dipaksa beroperasi meski kondisinya sudah tak layak.
Tak hanya mesin dan bodi jadi sasaran. Faktor manusia ikut diuji.
Para sopir menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine, untuk memastikan mereka bebas dari alkohol maupun narkoba.
Sebab, bus sehat tak ada artinya jika dikemudikan oleh pengemudi tak sehat apalagi demi mengejar setoran.
Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Ade Andini, menegaskan bahwa ramp check ini bukan agenda seremonial, melainkan langkah preventif agar kecelakaan lalu lintas, khususnya melibatkan angkutan umum, tak terus berulang dengan pola sama.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas. Kendaraan harus laik jalan dan pengemudinya harus sehat. Ini bukan formalitas, tapi upaya pencegahan,” tegasnya, dikutip dari rilis Humas Polres Magetan.
Ia juga mengingatkan para sopir agar tak mengorbankan keselamatan demi target setoran.
“Patuh rambu, berkendara dengan aman, dan utamakan keselamatan. Nyawa penumpang bukan taruhan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Magetan berharap kesadaran pengemudi dan pengusaha angkutan umum benar-benar tumbuh, bukan hanya rajin tertib saat operasi berlangsung.
Sebab keselamatan tak boleh sekadar jargon tahunan ia harus menjadi budaya di jalan raya, setiap hari, tanpa perlu diawasi.
Jurnalis:Tim Redaksi
